Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengungsi Afganistan di Kupang Kembali Demo, Minta Bertemu UNHCR dan IOM

Pengungsi Afganistan di Kupang Kembali Demo, Minta Bertemu UNHCR dan IOM Pengungsi asal Afganistan di Kupang menggelar demonstrasi. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Puluhan pengungsi asal Afganistan kembali menggelar demonstrasi di depan Kantor International Organization for Migration (IOM) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (3/5). Mereka berharap bisa bertemu perwakilan IOM atau UNHCR, agar bisa menyampaikan tuntutan. IOM memilih pertemuan harus dilakukan secara virtual sesuai peraturan untuk menghindari covid-19.

Unjuk rasa ini didominasi oleh pengungsi yang ditempatkan di Hotel Kupang Inn dan sebagian dari Hotel Ina Bo'i. Mereka tidak ingin membubarkan diri hingga tuntutan dipenuhi.

Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang, Heksa Asik Soepriadi didampingi Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban, Melsy I.Y Fanggi beserta Kepala Sub Seksi Ketertiban, Dominggus Koreh beserta tiga staf memantau dan mengawasi aksi unjuk rasa tersebut.

"Kita pihak Rudenim Kupang hanya melaksanakan fungsi pengawasan administratif, sesuai yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden No. 125 Tahun 2016 Tentang Penanganan Pengungsi Dari Luar Negeri. Sedangkan yang berwenang untuk penempatan ke negara ketiga adalah UNHCR dan pemindahan antar Rudenim (dari Kota Kupang ke provinsi lain) adalah kewenangan IOM," kata Heksa Asik Soepriadi kepada wartawan.

Heksa meminta puluhan pengungsi tersebut untuk membubarkan diri, sambil menunggu jadwal dialog virtual yang akan diadakan UNHCR dan IOM.

"Jadi saya minta agar saudara-saudara pengungsi bisa memahami dan kembali ke hotel masing-masing, besok mengikuti dialog secara virtual yang diadakan oleh UNHCR dan IOM, saudara-saudara dapat menyampaikan semua keluhan dan tuntutan pada dialog tersebut" Kata Heksa kepada para pengungsi.

Heksa memerintahkan anggotanya untuk menyediakan roti, serta air mineral bagi anak-anak dan ibu hamil yang juga ikut melakukan unjuk rasa.

Salah satu pengungsi asal Afganistan, Alireza Qanbari mengatakan, mereka tidak akan berhenti melakukan unjuk rasa, hingga UNHCR dan IOM bersedia bertemu mereka secara langsung.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP