Penghuni belum diizinkan masuk ke dalam Rusunawa Wonocolo Sidoarjo
Merdeka.com - Kondisi Blok B, rusunawa Wonocolo, Kecamatan Taman, Sidoarjo, steril dari penghuni, Senin (14/5) pagi. Sterilisasi itu sebagai langkah keamanan, pascainsiden kejadian ledakan bom di Blok B, lantai 5 nomor 2, pada Minggu (13/5) malam.
Kejadian itu menewaskan penghuni yang juga terduga pelaku teroris Anton Febriyanto (47), beserta istrinya Puspita Sari (47) dan PR (17) putrinya. Tiga lainnya selamat dalam kejadian itu.
Pantauan lokasi, pihak security menutup dan berjaga di pagar pintu masuk menuju Blok A, B, C dan D itu. Pihak keamanan rusun pun melarang penghuni yang hendak masuk ke rusun Blok B karena alasan keamanan.
Sementara bagi penghuni Blok A, C dan D, pihak security yang membolehkan masuk, hanya saja penghuni tidak boleh terlalu lama untuk masuk ke dalam rusun.
"Mohon maaf bapak, tidak boleh masuk kalau ke Blok B. Mohon sabar, ini demi keamanan kita bersama," kata salah satu security, memberi penjelasan kepada penghuni yang hendak masuk ke rusunawa, Senin (14/5).
Rusunawa Blok B saat ini memang disterilkan, pihak aparat keamanan dari kepolisan juga berjaga ketat di gedung yang masih ada pembatas garis polisi. Bagi penghuni yang menempati Blok A, C dan D, mereka diminta untuk lewat belakang gedung B dengan jalan kaki.
"Sepedanya diparkirkan di depan, dilarang masuk," kata Iptu Sugeng Tri H, ketika memberikan arahan kepada security yang sedang berjaga di depan pintu masuk area rusunawa.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera memohon maaf atas ketidaknyamanan para penghuni atas sterilisasi ini.
"Pak Kapolda beserta jajaran Polda Jatim memohon maaf kepada masyarakat untuk sementara (rusunawa) dinilai oleh tim belum bisa ditempati para penghuni sampai dengan besok (hari ini). Saya berjanji besuk (hari ini) akan bisa ditempati lagi," ucapnya.
(mdk/rzk)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya