Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penghasilan tak cukup, juru parkir di Depok curi motor

Penghasilan tak cukup, juru parkir di Depok curi motor Ilustrasi borgol. ©2014 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Komplotan pencuri motor diamankan Polsek Sukmajaya, Depok. Mereka adalah Bima (21), Ilham (22) dan Feri (21) yang kerap beraksi di sejumlah tempat. Selain itu polisi juga membekuk Isak (40) yang merupakan penadah.

Kanit Reskrim Polsek Sukmajaya Iptu Sulaeman mengatakan, mulanya petugas menangkap Bima dan Ilham di sebuah bengkel di Jalan RTM, Sukmajaya. Saat itu Bima sudah membawa motor matik milik Lukman. Namun dari dalam bengkel ada saksi yang melihat kemudian berteriak. Saat itu petugas sedang patroli dan langsung meringkus Bima.

"Baru dia mengaku ada temannya di luar yang menemani dan ikut kami amankan," kata Sulaeman, Rabu (14/12).

Sebelumnya, Bima juga telah menggondol satu motor di hari yang sama. Namun saat itu dia beraksi bersama Feri di sebuah toko kue di Jalan Cimpaeun, Tapos.

"Di hari itu dia beraksi dua kali tapi dengan joki yang beda," ujar dia.

Setelah mengamankan Bima dan dua rekannya, polisi kemudian mengembangkan penyelidikan dan mendapati Ishak sebagai pendadah. Pengakuan pelaku, sudah enam bulan beraksi dan sudah empat kali dengan lokasi berbeda.

"Di mana lokasi yang dianggap aman oleh mereka di situ mereka beraksi," ungkapnya.

Otak pencurian komplotan ini adalah Bima. Dia yang selalu menentukan lokasi dan motor yang dicuri. Dia selalu membawa kunci letter T untuk mencongkel.

"Biasanya Mio karena lebih gampang. Satu motor dijual paling murah Rp 1 juta," kata Bima.

Uang hasil kejahatan dia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Sebab, uang dari hasil menjadi juru parkir dirasa tidak cukup.

"Anak saya satu, laki-laki usia 2 tahun. Saya butuh uang tapi nggak buat mabok," pungkasnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP