Pengguna Tol Cikampek banyak mengeluh soal kemacetan
Merdeka.com - PT Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek menyatakan keluhan utama pengguna jalan tol yang dikelolanya adalah kemacetan. Karena itu, perusahaan pelat merah tersebut terus berupaya melakukan perbaikan guna mengantisipasi kemacetan.
"Kemacetan bukan permasalahan kami saja, tapi sudah menjadi permasalahan nasional," kata Deputy General Manager Tol Collection PT Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek, Yoga Tri Anggora di sela kegiatan temu dengan pelanggan di KM 19 A Tol Jakarta-Cikampek, Rabu (28/12).
Menurut dia, beberapa penyebab yang menjadi pemicu kemacetan. Misalnya penggunaan bahu jalan, truk besar yang kelebihan muatan, serta gangguan tol seperti kecelakaan, dan lainnya.
Dia menjelaskan, bahu jalan tak boleh digunakan, mengingat jalur tersebut hanya untuk darurat serta kendaraan mengalami gangguan. Apabila dipakai kendaraan bakal tersendat ketika kendaraan itu terjebak.
"Ketika pindah dari lajur bahu ke lajur satu, otomatis memperlambat kendaraan di belakangnya," ujarnya.
Selain itu, kata dia, truk overload otomatis memperlambatkan lajunya, dengan begitu kendaraan di belakang otomatis ikut melambat, padahal kecepatan di jalan tol minimal 60 kilometer per jam.
"Kami sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, seperti melakukan razia tiga bulan sekali terhadap truk overload," katanya.
Berdasarkan data dari PT Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek, jumlah lalu lintas kendaraan di tol tersebut setiap hari baik dari arah Cikampek maupun Jakarta mencapai 602 ribu kendaraan. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya