Penggelapan bermodus perampokan diungkap polisi
Merdeka.com - Nor Khamim yang pagi itu baru mengambil uang sebesar Rp 103 juta di Bank BCA Cabang Ujung Berung, Bandung, dirampok kawanan bermotor. Namun usai dirampok Khamim yang dimintai keterangan justru berurusan dengan polisi. Lantaran Khamim yang menjadi korban hanyalah akting.
Khamim yang bekerja di PT Multi Rezeki Tama, Jalan Desa Cipadung, Ujung Berung berniat menggelapkan uang perusahaan. Aksi pun dilakukan secara komplotan. Uang perusahaan yang dibawanya tiba-tiba digondol perampok bersepeda motor.
Satu dari dua pelaku yang menjadi perampok berhasil diringkus oleh anggota kepolisian yang berada tak jauh dari lokasi. Satu pelaku teridentifikasi yakni Adi Sumono (30), namun seorang lagi yang belum diketahui identitasnya berhasil kabur.
Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Wijonarko mengatakan aksi perampokan itu hanyalah akal-akalan belaka. Perampok yang sudah berhasil menggondol uang di dalam keresek diketahui dan dikejar warga. Melihat warga yang mengejar lebih dari satu, perampok pun panik.
"Jadi pelaku mengalihkan perhatian dengan menghamburkan sejumlah uang di dalam tas kresek," katanya ketika dihubungi wartawan, Kamis (31/5).
Polisi berhasil menangkap salah seorang perampok. Korban rampok Khamim pun diamankan. Dari situ polisi mengamankan uang sisa yang dihamburkan sebesar Rp 1.630.000,-
Polisi memintai keterangan dari perampok dan korban. Namun setelah ditelusuri, peristiwa yang sempat menjadi perhatian warga itu justru hanyalah rekayasa.
"Hasil pemeriksaan terhadap Khamim kasus ini merupakan rekayasa. Khamim berpura-pura jadi korban yang bersekongkol dengan para pelaku," katanya.
Satu pelaku kini masih dalam pencarian. Sementara Adi dan Khamim justru siap-siap menjadi tahanan kepolisian. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya