Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penggebrak meja salah satu pimpinan MKD

Penggebrak meja salah satu pimpinan MKD rakyat geruduk MKD. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Anggota baru Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dari Fraksi Golkar, Ridwan Bae mengakui dalam rapat pleno yang digelar sejak siang tadi berlangsung alot. Dia juga tak membantah saking alotnya rapat sampai terjadi gebrak meja. Dia bahkan mengungkap penggebrak meja merupakan salah satu dari pimpinan MKD. Meski dia enggan mengungkap pimpinan mana yang kesal itu.

"Iya (penggebrak meja) dari unsur pimpinan," kata Ridwan di sela-sela rapat MKD, Senin (30/11). Ridwan menyatakan bahwa alotnya rapat sampai gebrak meja merupakan sebuah hal yang biasa sehingga hal itu tak perlu dibesar-besarkan.

"Iya kan biasa dalam rapat perdebatan," ujarnya. Ridwan menjelaskan panasnya rapat tersebut bukan bermaksud untuk kembali mengungkit masalah legal standing pelaporan Sudirman Said. Sebab, dia mengklaim pada rapat (24/11) lalu tak ada keabsahan yang dibuat oleh MKD apabila tak mempermasalahkan legal standing pelaporan Sudirman Said.

"Sebenarnya nggak bermaksud menganulir. Tapi keabsahan tanggal 24 itu nggak ada. Karena verifikasi awal nggak dilakukan. Itu pun jadi polemik di mana seorang menteri nggak boleh laporkan," katanya.

Selain itu, memanasnya rapat juga dikarenakan mempermasalahkan MKD yang memutuskan mengundang ahli bahasa untuk dimintai pendapatnya terkait legal standing. Ridwan menilai seharusnya yang diundang merupakan seorang ahli hukum.

"Lalu yang hadir juga ahli bahasa tak ada ahli hukum," ujarnya. Ridwan membantah pembuat runyam rapat tersebut berasal dari Fraksi Golkar. Dia mengklaim beberapa fraksi lain juga ikut membuat kisut jalannya rapat.

"Ya PAN, PDIP ada, Gerindra, PPP juga," klaim dia. penggebrak meja salah satu pimpinan mkd (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP