Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengembangan Vaksin Merah Putih sudah Tahap Uji ke Hewan

Pengembangan Vaksin Merah Putih sudah Tahap Uji ke Hewan Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro melibatkan enam lembaga untuk pengembangan vaksi Covid-19 Merah Putih. Beberapa pengembangan yang dilakukan sebagian mereka sudah melakukan uji terhadap hewan.

Enam lembaga tersebut adalah Eikjman, LIPI, Universitas Indonesia, ITB, UGM dan Unair. Mereka mengerjakan dengan metode yang berbeda namun tujuannya adalah melahirkan vaksin Covid-19 yang mengedepankan keamanan dan keefektifan agar menjadi solusi 270 juta masyarakat penduduk Indonesia.

Menurut dia, definisi vaksin merah putih adalah vaksin yang bibitnya diteliti dan dikembangkan menggunakan isolasi virus yang ditransmisi di Indonesia, dan nantinya akan diproduksi oleh perusahaan farmasi Indonesia.

"Hari ini adalah penyerahan keputusan Menteri Ristek terhadap ITB sebagai salah satu yang mengembangkan vaksin merah putih. Jadi update-nya ada enam pengembang vaksin merah putih," kata dia.

"Nah perkembangannya boleh dikatakan tiga dari enam tersebut yaitu dari eijkman dari Erlangga dan dari UI itu progresnya yang paling cepat saat ini. Yang tiga itu sudah melakukan uji praklinik pada hewan yang nantinya tahun depan akan menyerahkan bibit pada biofarma," ia melanjutkan.

Nantinya, Biofarma melakukan uji klinis pada manusia tahap dalam tiga tahap. Jika semua rampung, BPOM pun bisa memberikan izin apakah dalam bentuk emergency news ataupun dalam izin yang permanen.

"Sehingga kalau Triwulan 1 (2021) kita bisa menyerahkan bibit, harapannya, triwulan 4 itu sudah bisa diproduksi massal dan barangkali sudah bisa mulai dilakukan vaksinasi dengan Vaksin Merah Putih kira-kira itu perkembangannya," pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Pemprov Jabar dan Kemenristek/BRIN memberikan alat ke sejumlah rumah sakit di Jabar, seperti 3 Unit Autonomous UVC Mobile Robot untuk Sterilisasi dan Desinfeksi Ruang Isolasi Medis (AUMR), 3000 Unit Uji Cepad: Covid-19 Antigen, 3 Unit Ventilator XMV 20 Frontliner, 5 Unit Purifier/Respirator PAPR 9LCC-Respira V.01), 1 Unit Ventilator Transport Covent-20 UI, 1 Unit Teknologi Pembersih Udara ATTACK dalam upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19, 1 Unit Ventilator Indonesia (Vent-I), 1 Unit Mobile BSL-2, dan 2 Unit Roboflow HFNC.

Adapun rumah sakit yang menerima bantuan ini adalah RSHS Bandung, RS Al Ikhsan, RS Pindad, RSUD Cibabat Cimahi, RSP Unpad, dan RSUD Sayang Cianjur.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyebut upaya penanganan Covid-19 tidak bisa terus mengandalkan impor alat dari luar negeri. Maka dari itu, ia mengapresiasi ragam inovasi berkaitan penanggulangan Covid-19 yang diserahkan.

"Selain itu ada alat-alat yang sifatnya non penanggulangan Covid-19 tadi diserahkan, karena tadi saya laporkan pada Pak menteri ada potensi krisis pangan tahun depan, kami mohon dibantu untuk meningkatkan produktivitas pangan agar ketahanan pangan kita tidak mengandalkan sebagian sembako yang masih impor di luar," terang dia.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP