Pengejaran terhadap Santoso tak kenal cuti Lebaran
Merdeka.com - Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Polisi Rudy Sufahriadi sudah menginstruksikan semua personel yang tergabung dalam Operasi Tinombala di Poso tetap berada di tempat tugas masing-masing selama musim liburan Idul Fitri 2016. Dengan kata lain, pengejaran terhadap kelompok Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso, tetap berjalan dan tak mengenal kata libur.
"Tidak ada personel yang diizinkan mengambil cuti, semua tetap berada di pos masing-masing, kecuali yang sakit," katanya seperti dilansir Antara saat silaturahim Idul Fitri di kediaman Gubernur Sulteng Longki Djanggola di Palu, Rabu.
Dia mengapresiasi semua personel Operasi Tinombala baik dari kepolisian maupun TNI yang tetap semangat menjalankan misi meski di hari Lebaran.
"Mereka yang sedang berada di hutan-hutan, tetap berada di sana saat lebaran ini, begitu juga di pos-pos lainnya. Operasi berjalan seperti biasa," katanya.
Untuk memberikan motivasi kepada seluruh prajurit TNI dan Polri yang bertugas di Poso memburu para pelaku teror pimpinan Santoso, Kapolda dan sejumlah pejabat Sulteng melaksanakan salat Idul Fitri bersama sejumlah personel operasi Tinombala dan tokoh-tokoh agama di Desa Tokorondo, Kecamatan Poso Pesisir, Rabu pagi.
Dia mengimbau Santoso dan pengiutnya menyerahkan diri. Kapolda berjanji, mereka akan diperlakuan dengan baik, termasuk keluarganya.
"Kami tidak ingin ada penumpahan darah lagi di Poso. Kami sungguh tidak merasa bangga bila ada pelaku teror tersebut yang ditembak mati," ujarnya.
Gubernur Sulteng Longki Djanggola juga mengapresiasi semangat semua personel Operasi Tinombala di Poso. Mereka rela terpisah jauh dari keluarga saat merayakan Idul Fitri.
Gubernur juga meminta Santoso dan pengikutnya untuk menyerahkan diri. Gubernur berjanji memberikan perlindungan kepada Santoso bila mereka menyerahkan diri dengan baik-baik untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka selama ini di depan hukum. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya