Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengawasan radikalisme di kampus dijamin tak renggut kebebasan mahasiswa

Pengawasan radikalisme di kampus dijamin tak renggut kebebasan mahasiswa M Nasir. ©2018 Merdeka.com/Genan

Merdeka.com - Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir mengatakan pihaknya fokus pada pencegahan radikalisme di kampus. Pihaknya juga akan mempelajari model-model kegiatan yang rawan disusupi bibit radikalisme.

"Yang paling penting bagaimana memahami munculnya radikalisme dalam kampus dan model-model seperti apa yang bakal terjadi," katanya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (6/6).

Oleh karenanya, Kemenristekdikti fokus pada pengawasan kegiatan kampus maupun media sosialnya.

"Bukan masalah ngajar dan saya rasa semuanya sama. Ada pengawasan di organisasi, majelis dakwahnya atau media sosialnya nanti akan dikasih rambu-rambu apa cara yang akan dilakukan dan saya akan bekerja sama dengan BNPT," ujarnya.

Dalam pengawasan ini, Nasir menegaskan bukan bermaksud merenggut kebebasan mahasiswa. Dia mencontohkan dirinya dulu pernah mempelajari tentang komunis yang kini dilarang di negara Indonesia. Asal sesuai koridor dan masih dalam ranah akademik.

"Kami bukan memberantas kebebasan. Kebebasan berjalan terus. Acara-acara yang lain apakah boleh ya silakan contoh kemarin ada salah satu mahasiswa dalam media mengatakan apakah tidak boleh mempelajari yang di luar itu," tuturnya.

"Komunis silakan kalau itu dalam kajian akademik tapi negara telah memilih sesuai konvensi yaitu Pancasila sebagai ideologi negara ini yang penting. Ilmu akan berkembang apakah akan belajar marxist. Saya dulu juga belajar marxist dan teori komunis saya juga belajar teori sosialis saya juga belajar tapi akah saya jadi komunis kan enggak. Ini akan kembali kepada aturan itu," imbuh Nasir.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP