Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penganiayaan bocah di Deli Serdang bentuk kejahatan kemanusiaan

Penganiayaan bocah di Deli Serdang bentuk kejahatan kemanusiaan Bocah korban penganiayaan di Deli Serdang. ©2016 merdeka.com/yan muhardiansyah

Merdeka.com - Kasus penganiayaan terhadap M (8) yang diduga dilakukan keluarga angkatnya di Desa Manunggal, Labuhan Deli, Deli Serdang, Sumut, mendapat perhatian Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak. Peristiwa yang dialami bocah perempuan itu dinilai sebagai kejahatan kemanusiaan.

"Komnas Perlindungan Anak menaruh perhatian yang sangat serius terhadap kasus ini," ucap Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, saat menjenguk M (8) di RS Bhayangkara Medan, Jalan KH Wahid Hasim, Selasa (20/9).

Arist mengaku sangat prihatin dengan kondisi M. Badannya penuh dengan bekas siksaan orang tua angkatnya. "Ini pelanggaran Hak Asasi Manusia, karena apapun alasannya anak-anak tidak boleh mengalami penyiksaan," sambung Arist.

Komnas Perlindungan Anak akan terus berkoordinasi dengan pihak Polres Pelabuhan Belawan dalam penanganan kasus ini. Pelaku harus dihukum sesuai peraturan perundangan. Mereka juga berharap dapat mengetahui lebih jauh terkait persoalan itu.

Seperti diberitakan, M mengalami tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di rumah orang tua angkatnya di Jalan Sidomulyo, Dusun 4 Pasar 7 Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Deli Serdang, Sumut, Jumat (17/9) malam. Bukan hanya dia, perempuan dewasa Hati Lase (28) juga diduga telah menjadi korban penganiayaan keluarga angkatnya itu.

M diduga disiram air panas. Bagian belakang badannya melepuh, sementara pada tubuh Hati ditemukan luka dan memar. Keduanya kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Medan setelah warga bersama polisi datang menyelamatkan mereka.

Terkait dugaan penganiayaan ini, 5 anggota keluarga yang juga tinggal di rumah itu langsung diamankan. Kelimanya yaitu YL (38), Sp (39), RH (24), DRS (21), dan DC (18) dibawa ke kantor polisi untuk menghindari amukan warga."Dari hasil keterangan M. Saya dengar sewaktu diasuh oleh YL dan Sp, M selalu mendapatkan perilaku yang tidak wajar, tidak dikasih makan, dan sering mengalami penyiksaan," tutur Arist.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP