Pengamen waria di Rawalumbu meresahkan warga
Merdeka.com - Pengamen waria di Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat saat ini jumlahnya cukup marak. Keberadaannya dianggap cukup meresahkan masyarakat, apalagi dandanannya makin tak karuan.
"Kalau enggak dikasih uang, kadang suka maksa minta, dan tidak mau pergi," kata seorang warga Rawalumbu, Atika (20 tahun), saat berbincang dengan merdeka.com, Sabtu (25/4) malam.
Mirisnya lagi, jika dikasih uang dengan nominal kecil, seperti Rp 100 atau Rp 200, langsung ditolak. Bahkan, tak jarang pengamen waria itu melempar kembali duit pemberian.
"Suami saya pernah dilempar gara-gara ngasih Rp 200," ujar Atika.
Atika mengaku makin prihatin, sebab wanita jadi-jadian itu mengenakan pakaian tak senonoh. Bahkan, tren hijab juga dimanfaatkan para waria tersebut.
"Masa laki-laki pakai jilbab, terus ngamen ke warung-warung. Kan bisa mempengaruhi psikologis anak kecil," tambah Atika.
Karena itu, Atika meminta agar pemerintah setempat turun tangan menertibkan para pengamen waria tersebut. Karena sudah meresahkan masyarakat, dengan caranya mencari nafkah tersebut.
"Kalau bisa dirazia saja sampai di kontrakannya," tutup Atika.
Dari pantauan merdeka.com, pengamen waria paling banyak berada di Kecamatan Rawalumbu, khususnya pada malam hari. Setiap pengamen waria antara satu dengan lainnya hanya berselang sekitar 20-30 menit.
Adapun alat yang dipakai buat mengamen adalah sebuah perangkat pengeras kecil yang didesain dapat digunakan berkaraoke. Ada juga yang mengamen hanya bermodal alat dari tutup botol dipipihkan sebagai alat musik. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya