Pengamat soal BG jadi KaBin: Kita kan tahu di belakang dia siapa
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menunjuk Wakapolri Komjen Pol Budi Gunawan sebagai calon Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) yang baru menggantikan Sutiyoso. Surat penunjukan itu pun sudah diserahkan Jokowi melalui Mensesneg Pratikno ke pimpinan DPR, kemarin.
Pengamat pertahanan dan intelijen, Connie Rahakundini mempertanyakan keputusan Jokowi menunjuk Budi sebagai KaBIN. Menurut dia, seorang KaBIN harus memiliki kapasitas jangan sampai bernuansa politis.
"Apakah betul harus dipegang oleh yang berlatar belakang polisi? Penunjukan BIN tidak boleh hanya menempatkan orang tertentu di waktu tertentu, jangan sampai dipolitisir," kata Connie dalam diskusi bertajuk 'Ini dia Kepala BIN baru' di Jakarta, Sabtu (3/9).
Dia mengingatkan jika peran KaBIN di sebuah negara sangat sakral. Sebab, segala informasi ditampung oleh BIN. Untuk itu, Connie menegaskan posisi KaBIN harus diisi oleh orang yang tepat.
"Jangan sampai institusi sepenting dan sestrategis ini jadi menampung kemauan politisi. Kalau di tempat lain enggak masalah. Kita kan tahu di belakang Budi Gunawan siapa?" cetusnya.
Connie menuturkan dalam sistem keamanan nasional harus ada keseimbangan. Mengingat, kekuasan polisi di Indonesia sangat kuat kemudian KaBIN diisi oleh Budi Gunawan. Maka, kata dia, hal yang wajar jika keseimbangan sistem negara menjadi pertanyaan.
"Polisi tuh jadi lembaga super bodi. Tambah lagi (petinggi polisi) jadi Kepala BIN. Kemudian balance kah dalam sistem kenegaraannya?" tandas Connie.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya