Pengamat LIPI sebut teror bom Sarinah mirip cara Taliban
Merdeka.com - Peneliti LIPI Hermawan Sulistyo mengatakan ada kesamaan bom Sarinah dengan bom Taliban. Aksi itu dilakukan secara paralel oleh para pelaku yang bermarkas di Afganistan.
"Menggunakan cara ini (sama) sejak bom Bali, satu para;el dengan bom Afganistan, jadi ada keterkaitan," kata Hermawan di kantor LIPI, Jakarta, Jumat (22/1).
Para teroris, sambung Hermawan, sebagian sudah dilatih membuat bom dan setiap melakukan aksinya berkelompok. "Separuh di antaranya sekitar 900 orang mampu buat bom, tidak bisa bekerja sendiri, bekerja 5 orang dalam aksinya," terang peneliti senior LIPI tersebut.
"Kalau ada 5 orang dalam melakukan pengeboman berarti 5 orang pemain lama," ungkap dia.
Lebih lanjut Hermawan menegaskan bahwa ada dana dari kelompok ISIS setiap pengeboman yang dilakukan oleh para pelaku teroris. Hal ini yang membuat polisi yakin ada kaitan teror Sarinah dengan ISIS.
"Kenapa statmentnya Pak Kapolda Tito ada kaitannya ISIS dan dikasih dana Rp 30-70 juta, karena ada kiriman dana dari ISIS," tegasnya.
Bahrun Naim yang disebut sebagai dalang dalam teror Sarinah, pernah mengirimkan uang kepada para pelaku teror bom Sarinah. Hal itu dibuktikan dengan cara melacak kiriman uang ke pelaku teroris.
"Itu pelacakan transfer dana. Bahrun Naim masih di sana, orang ngirim uang dari sana," katanya. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya