Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengamat: Indonesia Perlu Panglima TNI yang Paham Media Sosial

Pengamat: Indonesia Perlu Panglima TNI yang Paham Media Sosial Ilustrasi media sosial. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Bursa kandidat pengganti Panglima TNI Hadi Tjahjanto mulai ramai diperbincangkan. Semua Kepala Staf berpeluang menjadi orang nomor satu di TNI.

Pengamat militer dan intelijen, Ridlwan Habib, menilai kandidat Panglima TNI berikutnya sebaiknya paham dengan dinamika terbaru di masyarakat seperti media sosial.

"Kandidat panglima yang paling jago di media sosial. Ini bukan soal sepele, tapi menunjukkan bagaimana pimpinan TNI paham rakyatnya," kata Ridlwan. Demikian dikutip dari Antara, Rabu (16/6).

Ridlwan mencontohkan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa yang menurutnya sangat aktif di Youtube. Bahkan akun resmi YouTube TNI Angkatan Darat diikuti oleh 1 juta lebih subscriber dan sudah ada 2.800 video yang semuanya dikemas dengan baik.

Menurutnya, dalam akun YouTube itu tampak sekali aktivitas Kasad Andika Perkasa yang tidak hanya membina prajuritnya tapi juga menyapa rakyat.

"Ibu Hetty Andika juga sangat rajin blusukan ke daerah daerah dan membantu anggota yang kesusahan," kata dia.

Ridlwan menjelaskan, kinerja harian Kasad bahkan bisa dinilai publik dari akun YouTube, publik bisa mengetahui kerja dan kinerja Kasad lewat informasi yang dibagikan di media sosial.

"Tanpa mengurangi rasa hormat pada dua kepala staf yang lain, tapi Jenderal Andhika yang paling kelihatan kinerjanya," ujar alumni S2 Kajian Stratejik Intelijen UI tersebut.

Selain itu, selama pandemi Covid-19, Kasad Andika juga sangat aktif berperan sebagai Wakil Ketua Penanganan Covid-19. Andika juga memastikan RSPAD siaga penuh dan mengirim dokter dokter TNI AD sebagai tenaga harian di rumah sakit darurat Wisma Atlet.

Karena itu, Ridlwan memprediksi Presiden Jokowi akan memilih Kasad Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto.

"Tentu Presiden akan memilih dengan pertimbangan yang terbaik," kata dia.

Direktur The Indonesia Intelligence Institute itu menambahkan, dalam Perpres 66 tahun 2019 ada jabatan Wakil Panglima TNI.

"Ini masih kosong. Bisa saja KSAL menjabat Wakil Panglima sesuai dengan peraturan itu," ujarnya.

Sementara itu, Panglima TNI Hadi Tjahjanto akan genap berusia 58 tahun pada November 2021 mendatang, sehingga memasuki masa pensiun.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP