Pengalaman Hamid 2 hari di dalam sel gara-gara kritik wali kota
Merdeka.com - Senyum lega sekaligus bahagia, terlihat di wajah Abdul Hamid (62), warga Samarinda yang sempat dipenjarakan Wali Kota Syaharie Jaang, gara-gara SMS kritikan soal banjir yang dia kirim. Dia sempat bercerita pengalaman dua hari di balik jeruji penjara. Berikut kisahnya.
Sebelum beranjak meninggalkan Polresta Samarinda, mengenakan baju berkerah dan berkopiah merah, Hamid sempat menjawab pertanyaan wartawan yang menemui dia, Selasa (21/6) sore tadi.
Dua hari selama di penjara, dia merasakan dinginnya dinding sel, menjalani puasa bareng dengan tahanan kepolisian lainnya. Pengalaman itu bagi dia, tidak akan terlupakan.
"Bersyukur di bulan puasa ini, saya bisa bebas. Kalau sahur dan buka puasa, ya saya bersama dengan lainnya (dalam sel). Terkadang saya jadi imam Salat Maghrib," kata Hamid dalam perbincangan bersama wartawan.
Selama berada di balik jeruji juga, Hamid mendapatkan pelayanan yang cukup bagus oleh kepolisian, mendapatkan santap sahur dan menu buka puasa yang layak makan.
"Tentu tidak sama dengan apa yang dirasakan di rumah sendiri," ujar Hamid.
Hamid mengatakan, tidak ada rencana khusus yang akan dia lakukan, pascakebebasan dia dari jeratan kasus yang dilaporkan Wali Kota Syaharie Jaang kepadanya.
"Saya tidak kerja (tetap) lagi. Saya kerja ikut teman, yang dulu sama-sama kerja kayu. Sekarang, ikut kerja reparasi jok motor bareng teman," tambah Hamid.
Meski penghasilannya tidak seberapa, Hamid yang juga anggota perlindungan masyarakat (Linmas) sejak 2005 lalu, dan pernah menjabat sebagai wakil ketua panitia pemungutan suara (PPS) itu, menghidupi tiga anak perempuan dan dua anak laki-lakinya.
"Juga ada yang baru akan masuk SMP ini Pak," pungkasnya.
Sekitar pukul 16.00 WITA, dan memastikan diri dia telah dibebaskan, menyusul tandatangan berkas pencabutan laporan, Hamid pun beranjak meninggalkan Polresta Samarinda, dibonceng putranya. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya