Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengakuan Mengejutkan Prada DP Tega Bunuh Sang Pacar

Pengakuan Mengejutkan Prada DP Tega Bunuh Sang Pacar Prada DP. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Prada DP sudah menjalani sidang di Pengadilan Militer I-04 Palembang. Dari sidang-sidang tersebut, terungkap penyebab dan kronologi Prada DP membunuh Fera Oktaria (21). Dari hasil keterangan terdakwa Prada DP, disimpulkan Prada DP membunuh Fera lantaran kesal.

Lebih lengkapnya, berikut pengakuan sadis Prada DP saat melakukan pembunuhan terhadap Fera:

Sudah Melakukan Hubungan Layaknya Suami Istri

hubungan layaknya suami istri rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Dalam persidangan yang digelar Kamis (15/8), Prada DP mengaku kesal dengan ucapan korban yang mengaku hamil dua bulan. Padahal mereka sudah lama tidak berhubungan badan sejak terdakwa menempuh pendidikan di Baturaja, Ogan Komering Ulu.

"Saya kecewa dia mengaku hamil. Padahal saya pendidikan militer lima bulan dan hari itu baru pertama kali kami berhubungan (bersetubuh)," kata terdakwa.

Pada malam itu, terdakwa dan korban dua kali melakukan hubungan layaknya suami istri. Setelah itu, barulah keributan terjadi hingga berakhir pembunuhan.

"Kami tiba di penginapan pukul dua dini hari, setelah berhubungan badan, saya hidupkan HP-nya, ternyata password-nya berubah, bukan tanggal jadian kami lagi," ujarnya.

Kesal hingga Membunuh Korban

membunuh korban rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Prada DP juga sempat bertanya pada korban. Namun korban justru marah sambil mengaku hamil. Sontak terdakwa emosi lalu menjambak rambut korban.

"Habis itu kepalanya saya benturkan ke dinding. Dia melawan dan mendorong saya ke belakang," ujarnya.

Perlawanan korban justru membuat terdakwa semakin beringas. Prada DP mencekik dan membekap korban hingga tewas.

Dalam keadaan bingung, terdakwa memutuskan ingin menghilangkan jejak dengan cara memutilasi tubuh korban menjadi dua bagian. Niatnya didukung dengan adanya gergaji yang ia temukan di gudang penginapan. Namun gergaji patah.

Meminta Bantuan untuk Memutilasi Korban

untuk memutilasi korban rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Dalam keadaan bingung, Prada DP kemudian pergi ke rumah pamannya, Dodi Karnadi yang tinggal tak jauh dari TKP.

Dodi memberikan kantong plastik besar untuk memasukkan potongan tubuhnya biar darahnya tidak menetes. Kemudian terdakwa membeli beberapa barang, seperti tas, koper dan gergaji di pasar.

"Paman saya sarankan dipotong dua, dimasukkan dalam kantong besar dan koper. Waktu itu, saya minta tolong memotongnya, tapi tidak mau, saya balik ke penginapan sendirian," kata dia.

Gagal memutilasi korban untuk kedua kalinya, terdakwa kembali menemui Dodi. Dodi pun menghubungi rekannya, Imam, untuk meminta bantuan.

"Saya disuruh bakar saja mayatnya pakai obat nyamuk bakar. Lalu saya beli Pertalite 9 liter, saya siramkan semua, kasur juga. Waktu obat nyamuk sudah dihidupkan, saya merasa iba, saya putuskan batal membakarnya," pungkasnya.

(mdk/has)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP