Pengakuan mantan pengurus: Gafatar tak punya proyek di Kalimantan
Merdeka.com - Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang kini telah menyebar di dalam negeri tengah menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Ajaran yang dianut serta modus yang digunakan Gafatar disebut-sebut mirip dengan Negara Islam Indonesia (NII).
Menurut salah satu mantan pengurus yang enggan disebutkan namanya, Gafatar bukanlah aliran sesat. Menurutnya, Gafatar adalah organisasi yang bergerak dibidang sosial dan budaya yang fokus pada mempromosikan ketahanan pangan.
"Gafatar itu organisasi kemasyarakatan yang bergerak dibidang sosial dan budaya. Kegiatan kami kegiatan sosial dan mempromosikan isu ketahanan pangan," ungkapnya kepada merdeka.com, (12/1).
Dia menjelaskan di setiap daerah, Gafatar memiliki pengurus ditingkat provinsi hingga kabupaten. Termasuk juga di Kalimantan yang menjadi tujuan perginya sejumlah orang yang hilang.
Meski demikian dia membantah jika Gafatar memiliki proyek sendiri di Kalimantan.
"Kami tidak punya proyek di Kalimantan. Kenapa mereka pergi ke sana saya tidak tahu. Tapi Gafatar memang punya pengurus disemua daerah di Indonesia," tegasnya.
Soal tudingan jika Gafatar mengajarkan anggotanya untuk tidak salat dan puasa, dia pun mengatakan Gafatar tidak pernah mengajarkan itu.
"Itu dua hak yang terpisah, Gafatar adalah gerakan sosial dan budaya," tandasnya.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya