Pengakuan keluarga soal Widodo dikeroyok kelompok diduga FPI
Merdeka.com - Wakil Ketua Ranting PDI Perjuangan Jelambar, Widodo terbaring lemas di Rumah Sakit Royal Taruma, Daan Mogot, Jakarta Barat usai dibogem mentah kelompok diduga FPI (Front Pembela Islam). Alhasil, sekujur tubuh Widodo pun babak belur.
"Ada (luka) di muka, sempat diinjak juga kata korban. Kalau sekarang si sudah normal, sudah 60 persen lah. Kalau semalam sempat agak susah ditanya kondisi sadar tapi mungkin sakit jadi bicara enggak bisa lantang," ujar Kasno (52) kakak ipar korban kepada merdeka.com, Sabtu (7/1).
Kasno sendiri tidak mengetahui secara persis kronologi kejadian. Tapi dari kabar yang didengar keluarga kejadian bermula ketika korban hendak membeli minuman dingin ke warung yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya.
"Enggak (tahu), tapi saya enggak tahu kebenarannya ya, kalau dari berita mulut ke mulut, dia (Widodo) kan habis makan, udah gitu mau beli es ke depan, nah beli es itu terjadilah itu (pengeroyokan)," tambahnya.
Masih menurut Kasno, sepengetahuan keluarga, sebelum kejadian berlangsung, Widodo juga diketahui tidak memiliki masalah di tempat tinggalnya.
"Enggak ada (masalah). Mungkin ya saling dukung mendukung akhirnya timbul gesekan," tutup Kasno.
Keluarga Widodo lainnya menyebutkan kejadian ini bermula ketika Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat blusukan ke daerah Jelambar, Jakarta Barat, Jumat (6/1). Pada saat itu ada seorang terduga pelaku menyebut bahwa pasangan cagub-cawagub nomor urut dua haram.
"Gara-gara Djarot ke sana, ada salah satu pelaku nyeletuk nomor dua haram. (Widodo) jawab, haram dari mana?, nah malamnya dipukulin," tambahnya.
Sementara itu, Kepolisian hingga kini masih terus memburu para pelaku pengeroyokan Widodo.
Kapolsek Tanjung Duren Kompol Zaky A Nasution belum dapat memastikan kebenaran terkait pengeroyok berasal dari ormas FPI. "Kita enggak menyimpulkan yang pasti lagi kita cari," ungkapnya.
Namun, Sekretaris Dewan Syuro DPD FPI DKI Novel Chaidir Hasan Bamukmin berkata lain.
Novel menyebut jika Widodo berkelahi dengan Pimpinan Laskar Pembela Islam (LPI) se-Kecamatan Grogol-Petamburan (Qoid) bernama Irfan. Insiden perkelahian itu terjadi di kawasan Jelambar Utama, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Jumat (6/1) kemarin malam.
"Keduanya ketemu, terus Irfan ditantangin sama si PDIP (Widodo). Berantem deh itu berdua, si PDIP jatuh, habis dipukul Irfan," kata Novel kepada merdeka.com.
"Memang enggak dipisahin, karena memang eneg (tidak suka) sama nih orang (Widodo). Pas jatuh ya didiemin saja. Padahal satu kampung si PDIP sama si irfan. Mereka satu RW, tetanggaan," ujar Novel. "Tapi masa laporannya pengeroyokan," tambahnya.
(mdk/sho)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya