Pengakuan Juan Bunuh dan Kubur Kakak Kandung di Kontrakan
Merdeka.com - Juan, pelaku pembunuhan terhadap kakaknya sendiri, bernama Dendi mengaku kesal dengan korban lantaran sering dimarahi. Kekesalan itu memuncak dan dia nekat melakukan tindakan sadis. Usai dibunuh, jasad Dendi dipendam di lantai keramik kontrakan di Gang Kopral Daman, Sawangan, Kota Depok.
Juan dan Dendi adalah penjual bakso Malang. Kakak adik itu mengontrak sebuah rumah bercat hijau. Dalam kontrakan itu keduanya tinggal.
"Kadang suka marah-marah enggak jelas. Terus kadang kalau salah dikit aja langsung bentak, langsung marah, gitu biasanya. Kalau saya jualan sepi kalau saya salah bikin bakso Malang, kadang langsung suka langsung marah," kata Juan, Jumat (20/11).
Juan menceritakan bahwa dia menghabisi nyawa kakaknya usai korban marah-marah. Ketika Dendi tidur, Juan mengambil tabung gas 3 kilogram.
"Waktu dia lagi tidur habis marah-marah saya pukul pakai tabung gas 3 kilo di bagian kepala bagian kiri satu kali. Terus di dada satu kali dan saya sikut di bagian kelaminnya 3 kali dan saya bekap pakai bantal," ceritanya.
Setelah diyakini nyawa kakaknya hilang, Juan pun berpikir cara menghilangkan jejak. Tanpa pikir panjang, dia menggali lantai keramik ruang depan kontrakan. "Udah habis pikir pak, enggak tahu lagi mesti gimana udah bingung," akunya.
Untuk membuat kuburan itu, Juan mengaku dibantu oleh seorang temannya. "Satu harian sama teman saya," katanya.
Setelah lubang dibuat, jasad Dendi pun dimasukkan ke dalamnya. Juan baru menutup lantai keramik itu setelah tiga hari memendam jasad kakaknya. "Itu beli keramik setelah 3 hari melakukan pembunuhan. Dia (korban) udah saya kubur tapi belum ditutup pakai keramik itu waktu ganti keramik sekitar tiga harian setelah melakukan itu," pungkasnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya