Pengakuan blak-blakan pria penyuka sesama jenis di Indonesia
Merdeka.com - Beberapa pria sesuka jenis (gay) belakangan ada yang secara terang-terangan mengakui statusnya tersebut. Seperti YS (25), karyawan swasta ini tak sedikit pun merasa malu untuk mengakui bahwa dirinya seorang gay.
YS menceritakan kehidupannya ini kepada merdeka.com. Menurutnya, gay sudah tumbuh sejak dia masih kecil.
"Sejak kecil saya sudah halus, lebih cenderung mainan perempuan. Apalagi saya anak bontot yang terlalu dimanja. Jadi sepertinya 'sakit' itu sudah tumbuh dalam pribadi sejak saya kecil. Hanya saja saat kecil kita kan tak tahu apa itu gay," kata YS saat dihubungi merdeka.com, Kamis (19/11) malam.
YS menjelaskan, kepribadian itu semakin terlihat ketika kedua orangtuanya pisah rumah (cerai). "Sudah mulai tumbuh 'sakit' itu kelihatanya pas ayah sama ibu pisah. Saya sempet berontak pas mereka pisah. Saya termasuk orang yang sangat peduli sama orangtua. Mereka pisah, saya butuh sosok ayah, dan terlihat saya cenderung kagum untuk sosok pria," paparnya.
Sempat mencoba dekat dengan beberapa perempuan, YS nyatanya tak bisa merasakan nyaman senyaman dia bersama pria. Sampai puncaknya pada akhir 2010, untuk pertama kalinya YS jalan dengan seorang pria yang dikenalnya melalui Facebook. YS jalan dengan pria yang diketahui sudah mempunyai seorang tunangan wanita.
"Pria itu baik banget, kita sempet jalan, hanya saja kita masih ngumpet-ngumpet. Dia bisa sesama jenis, bisa juga lawan jenis (biseks). Meski begitu, saya putuskan untuk menyudahinya. Karena dia punya tunangan seorang perempuan. Saya mau dia ke jalan yang benar," ungkapnya.
Tahun 2011, YS mulai terbuka kepada keluarga besar, sahabat, teman dan semua orang yang berada di sekelilingnya akan kepribadiannya itu. Beruntung semua menerima dan respek dengan kejujuran YS.
"Sebelumnya enggak berani open dan sharing, karena saya pun engga mau keadaan kaya gini. Tapi saya beranikan diri, dan ternyata mereka welcome banget. Apalagi keluarga saya, mereka menerima keadaan saya. Saya sempat meninggalkan rumah selama tiga bulan usai mengakui status ini di depan keluarga saya. Saya sangat malu. Tapi luar biasa, mereka menerima keadaan saya yang seperti ini. Intinya sih jujur dengan keadaan yang ada," ucapnya.
Lanjut YS, cara dirinya beserta kaum gay lain dalam mencari pasangan tak beda jauh dengan hubungan pada umumnya. Kaum gay juga mencari pasangan bukan hanya sebagai pemuas nafsu, atau sekedar fisik semata.
"Kita juga ada tipenya, kalau saya cari sosok lelaki yang nyaman, yang bisa ngeprotect saya. Sama kaya hubungan pada umumnya," ungkapnya.
Meski demikian, YS tak menyetujui adanya pernikahan sesama jenis. Menurutnya, kodrat yang sudah ada ialah pria menikah dengan wanita, tak bisa diubah. Walaupun YS mengaku masih nyaman dengan keadaannya sekarang, dia yakin suatu saat nanti akan menjadi pria yang seutuhnya.
"Saya selalu ada pemikiran untuk berubah. Saya suka pria, tapi saya menentang pria menikah sesama jenis. Kadang kalau malam hari, saya suka menangis dengan keadaan yang seperti ini. Tapi lagi-lagi saya punya orang-orang yang luar biasa, terutama sang ibu. Dia ngasih saya spirit 'orang kaya bisa jadi miskin, orang miskin bisa jadi kaya. Miskin kaya bisa dikondisikan, sama seperti kamu'. Untuk itu saya yakin bisa berubah. Kelak saya mau jika menikah nanti, istri saya tahu bagaimana keadaan suaminya yang sempat menjadi gay," tutupnya. (mdk/eko)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya