Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengadaan mobil dinas telan Rp 27,6 M, mahasiswa demo kantor Ganjar

Pengadaan mobil dinas telan Rp 27,6 M, mahasiswa demo kantor Ganjar Mahasiswa protes pengadaan mobil dinas pejabat Jateng. ©2016 merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Puluhan mahasiswa tergabung dalam Pimpinan Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Jawa Tengah berdemo di Gedung Pemprov dan DPRD, Senin (5/9). Mereka memprotes adanya pengadaan mobil dinas hingga menelan anggaran Rp 27,6 miliar.

"Kami ingin bertemu dengan Ketua DPRD Jateng Pak Rukma atau Gubernur Jateng Ganjar Pranowo terkait pengadaan mobil dinas yang telah menelan uang rakyat Rp 27,6 miliar ini," teriak Ketua Umum KAMMI Jateng Amin Suryanto.

Kericuhan nyaris terjadi saat mereka aksi sambil membawa becak bertuliskan "Becak Harga 27,6 miliar" dan menerobos pintu gerbang Gedung Pemprov dan DPRD Jawa Tengah.

Dalam orasinya, Amin mengungkapkan jika KAMMI Jateng menolak pengadaan 32 mobil dinas untuk Gubernur dan anak buahnya dengan rincian Rp 17,4 miliar. "Kemudian sisanya, 10,2 miliar dianggarkan untuk pembelian 22 unit mobil yang akan dipakai oleh para anggota DPRD Propinsi Jawa Tengah," ungkapnya.

Pengadaan mobil dinas baru terdiri dari 2 mobil Toyota Kijang All New Innova untuk gubernur dan wakilnya, serta satu mobil Fortuner Patwal dan tujuh mobil Innova untuk kepala dinas. Sedangkan untuk DPRD akan mendapat 15 Nissan X-Trail untuk Pimpinan lima Komisi, serta masing-masing anggota memperoleh Toyota All New Kijang Inova dan Toyota Hiace untuk operasional.

KAMMI Jawa Tengah merasa pengadaan ini menjadi ironi di tengah kondisi angka kemiskinan masih buruk. Angka kemiskinan Jateng mencapai 13,04 persen di Tahun 2016 saat ini.

"Padahal, target RPJMD di Jateng pada tahun 2016-2017 menargetkan penurunan angka kemiskinan sebesar Rp 2 persen. Untuk itu PW KAMMI Jateng menyatakan menolak secara tegas pengadaan mobil dinas yang memakan anggaran sangat besar itu," tandasnya.

Selain itu, mereka juga menuntut pengembalian kembali mobil dinas dipakai para pejabat di Pemprov Jateng dan DPRD Jateng sebagai bentuk simpatik terhadap rakyat. "Kemudian kami juga menuntut kepada Pemprov Jateng Ganjar Pranowo dan Ketua DPRD Jateng Ruma Setiabudi untuk bersama-sama lebih fokus kepada program pengentasan kemiskinan angka kemiskinan yang masih tinggi. Bukan malah menghambur-hamburkan anggaran daerah," pungkasnya.

Pantauan merdeka.com, puluhan mahasiswa masih bertahan dan melakukan orasi di halaman Pemprov Jateng. Selama aksi berlangsung, mereka dikawal ketat Unit Sabhara Polrestabes Semarang dan Satpol PP Jateng. (mdk/ang)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP