Pengacara Rizieq santai polisi akan cabut paspor kliennya
Merdeka.com - Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan menegaskan, kalau pihaknya berencana akan meminta imigrasi untuk mencabut paspor Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab. Akan tetapi, Iriawan masih berharap Rizieq kembali ke tanah air dengan sendirinya.
Menanggapi hal tersebut, penasihat hukum Rizieq, Sugito Atmo Prawiro mempersilahkan aparat berwajib mengajukan hak itu. Namun, dia mengingatkan kalau Arab Saudi juga mempunyai kewenangan juga dalam hal ini.
"Penangguhan habib itu hak polisi, tapi juga Saudi punya hak prerogatif terima atau tidak diterimanya surat oleh kepolisian. Itu wewenang sepenuhnya negara yang bersangkutan," kata Sugito saat dikonfirmasi, Jumat (9/6).
Sugito menilai, pengajuan tersebut harus mempunyai alasan yang cukup kuat. Dia ragu pemerintah Arab akan memenuhi permintaan penyidik Polda Metro Jaya, karena perkara Rizieq dinilai bukan perkara hukum yang luar biasa.
"Proses yang sekarang ini dijalankan menurut kami itu kan sekadar rekayasa, jadi pihak Saudi pun belum tentu juga menyetujui," ujarnya.
Dia memastikan kalau Rizieq dipastikan akan kembali ke tanah air dalam waktu dekat. Kepulangan ini sesuai rencana karena persiapan Ketua FPI itu kembali ke Indonesia telah siap.
"Mengenai rencana itu habib tetap jalan. Habib sudah beli tiket, tapi harus saya cek lagi ke beliau. Karena habib menginginkan pulang tidak secara tertutup, tapi harus dinyatakan secara terbuka karena kan ini sudah menjadi ramai di kalangan masyarakat. Jadi kalau pulang itu nanti dia tidak akan diam-diam. Dia akan menyampaikan ke khalayak," pungkas Sugito. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya