Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengacara bantah Atut bayar napi Rp 1 juta untuk cucikan baju

Pengacara bantah Atut bayar napi Rp 1 juta untuk cucikan baju Ratu Atut diperiksa KPK. ©2013 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Sudah sepekan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mendekam di sel tahanan Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Warga Binaan di sana mulai mengenal sosok Jawara Banten tersebut.

Namun, Atut sendiri masih belum menerima keadaan. Atut masih belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya itu.

"Keadaan di Pondok Bambu sampai saat ini semua warga binaan memang familiar baik kepada ibu. Ya ibu juga mau tidak mau menerima keadaan ini. Menyesuaikan aturan-aturan yang ada," ujar kuasa hukum Atut, Sukatma, saat mendampingi Atut di Gedung KPK hari ini, Jumat, (27/12).

Sukatma mengatakan, selama di tahanan Atut mengerjakan segala sesuatunya sendiri. Dia membantah jika ada kabar yang menyebut kliennya meminta tahanan lain untuk mencuci bajunya kemudian diupah Rp 1 juta.

"Jadi kalau pemberitaan-pemberitaan di media kalau dia menggunakan tamping (pembantu pribadi) itu tidak benar dia lakukan itu secara sendiri. Termasuk melayani kebutuhan di dalam itu juga sendiri sama seperti warga binaan yang lain," tambahnya.

Meskipun Atut berstatus tahanan titipan, dia memastikan Atut mendapat aturan yang sama dengan warga binaan lain di Rutan Pondok Bambu. "Dia ini kan baru titipan belum jadi warga binaan, tapi meskipun demikian ada aturan-aturan," ujarnya.

Topik pilihan: Adik Atut Ditangkap | Akil Ditangkap

Seperti diberitakan sebelumnya, sumber merdeka.com di Rutan Pondok Bumbu mengatakan, Atut membayar napi lain untuk mencuci bajunya.

"Bu Atut bayar tahanan lain (Tamping) untuk mengurus kebutuhannya kayak beliin makanan, cuci baju, segalanya diurusin Tamping," kata bisik sumber tersebut.

Dikatakan sumber tersebut, para tahanan yang menjadi pelayan biasanya dibayar sebesar Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta setiap bulannya. Namun untuk sekelas tahanan para koruptor mereka biasanya dibayar jutaan rupiah.

"Kalau orang biasa, paling kasih gajinya Rp 500 ribu, kalau yang seperti Angelina Sondakh, Atut mungkin bisa jutaan," ungkapnya.

Atut hari ini kembali diperiksa KPK setelah Jumat pekan lalu ditahan oleh penyidik. Atut diduga turut terlibat dalam kasus penanganan sengketa Pilkada Lebak, Banten, di Mahkamah Konstitusi.

Ratu Atut bersama adiknya, Tubagus Chaeri Wardana, diduga memberi suap Rp 1 miliar kepada Akil Mochtar semasa menjadi Ketua MK demi memberikan putusan yang menguntungkan pasangan Calon Bupati Amir Hamzah dan M Kasmin.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP