Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengacara: Amran tidak memeras Hartati Murdaya

Pengacara: Amran tidak memeras Hartati Murdaya hartati diperiksa KPK. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Bos PT Hardaya Inti Plantation (HIP) dan PT Cipta Cakra Murdaya (CCM) Siti Hartati Murdaya melalui pengacaranya, Tumbur Simanjuntak mengatakan bahwa duit yang diberikan ke Bupati Buol Amran Batalipu bukan merupakan suap, melainkan pemerasan.

Namun hal tersebut dibantah oleh Amat Entedaim, pengacara tersangka Bupati Buol, Amran Batalipu. Dirinya mengakui bahwa pihak perusahaan milik anggota Dewan Pembina Partai Demokrat tersebut sering memaksa untuk mengadakan pertemuan dengan kliennya sebelum kliennya tertangkap oleh tim dari KPK 26 Juni lalu.

"Ini kan aneh. Logikanya, masak yang diperas nyari orang yang mau meras. Jadi tudingan itu tidak benar," kata Amat saat dihubungi melalui sambungan telepon oleh wartawan, Senin (30/7).

"Yani, dua kali minta ketemu. Yang pertama karena Pak Amran tak mau ditemui. Yang kedua memang karena Pak Amran sedang sakit jadi tak bisa menemui siapapun," imbuhnya.

Amat Entedaim memang menilai wajar dalam pembelaan yang dilakukan oleh pihak Hartati Murdaya. Tapi, lanjut dia, tidak menjadi logis ketika dia menyatakan bahwa kliennya melakukan pemerasan,"Ya gak bisa menuduh tanpa bukti dong," kilah dia.

Sementara soal pemeriksaan Hartati oleh KPK yang sudah kedua kalinya, Amat masih enggan mengomentarinya. Dia bilang, itu bukan merupakan kewenangannya. "Itu saya gak bisa komentar. Itu kewenangan penyidik," tandasnya.

Sebelumnya, KPK memeriksa bos perusahaan sawit PT Hardaya Inti Plantation Hartati Murdaya. Ia diperiksa sebagai saksi Gondo Sudjono dalam kasus sogok terhadap Bupati Buol Amran Batalipu. Usai menjalani pemeriksaan selama 12 jam, ia mengaku diperas oleh Bupati Amran terkait pengurusan izin Hak Guna Usah Milik (HGU) milik perusahaanya.

"Perusahaan saya terancam keamanannya. Saya diminta Amran Rp3miliar, yang dikasih Rp1 miliar," kata Hartati. Ia mengaku uang itu digunakan Amran untuk persiapaan pemilu kada Buol 2012. "Tapi itu yang memberi bukan saya." Katanya usai pemeriksaan di gedung KPK, Jumat (27/7) kemarin. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP