Penerimaan negara kurang, Ketua MPR minta perpustakaan DPR ditunda
Merdeka.com - Ketua MPR Zulkifli Hasan menolak pembangunan perpustakaan tersebar se-Asia Tenggara di Gedung baru DPR, Jakarta Pusat. Sebab, kekurangan penerimaan negara yang diperoleh pemerintah mencapai sekitar Rp 200 triliun.
"Perpustakaan idenya bagus, konsepnya bagus, cuma kan sekarang ini kita tahu, target penerimaan negara tidak tercapai. Ada kekurangan sekitar 200 triliun lebih, nah kalau itu negara lagi sulit," kata Zulkifli Hasan di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (30/3).
Dia mengharapkan pembangunan perpustakaan tersebut ditunda karena ekonomi sedang lemah. Dia juga meminta saat ini anggota Dewan lebih baik memperhatikan kehidupan masyarakat ketimbang membangun gedung baru.
"Keuangan belum tercapai ide bagus yang tadi jangan sekarang. Ditunda lah nanti kalau pendapatan negara sudah surplus, target sudah tercapai, mungkin. Tapi sekarang jangan dulu, keinginan yang bagus itu tunda dulu. Fokus saja sekarang ini memperhatikan rakyat banyak, pendidikan, kesehatan, sosial, membantu rakyat kita yang sulit dan miskin," kata dia.
Lanjut dia, dia membantah Ketua DPR Ade Komarudin menyebutkan anggaran pembangunan perpustakaan sudah dipegang oleh parlemen. Menurutnya, lebih baik dana senilai Rp 570 miliar untuk membangun perpustakaan digunakan pembangunan infrastruktur di daerah.
"Karena pendapatan pajak kita tidak berhasil kan bisa juga gedung-gedung itu ditunda, banyak loh 200 triliun itu yang tidak tercapai. Jangan mengurangi yang lain, seperti jalan untuk Maluku, dan Sumatera. Tapi yang dikurangi itu pembangunan gedung, kemudian perpustakaan itu juga sebaiknya ditunda," tukasnya.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya