Penembakan Komandan Bais Pidie, Ini Peran Para Pelaku
Merdeka.com - Anggota TNI yang bertugas sebagai Komandan Badan Intelijen Strategis (Bais) di wilayah Pidie, Kapten Abdul Majid, tewas ditembak. Ketiga pelaku sudah ditangkap.
Tersangka eksekutor berinisial F (42) itu ditangkap di Trienggadeng, Pidie Jaya, sekitar pukul 09.30 WIB, Minggu (31/10). Dia berprofesi sebagai tukang cukur.
"Tersangka F ini yang menembakkan senjata SS1 V2 mengarah ke mobil korban dari pintu samping kanan, mengenai pinggang kanan dan tembus ke pinggang kiri. Proyektilnya ditemukan di dalam mobil," kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy, Minggu (31/10).
Dia menjelaskan, motif penembakan itu adalah perampokan. Uang sebesar Rp35 juta milik korban disita dari tangan pelaku.
Selain F, tutur Winardy, polisi juga menangkap tersangka D (43) yang berprofesi sebagai petani. D disebut sebagai penyedia senjata. Dia ditangkap di wilayah Kecamatan Sakti, Pidie, sekitar pukul 00.20 WIB.
Berikutnya tersangka M (41), seseorang yang disebut mengenal dan mengetahui pekerjaan sehari-hari Kapten Abdul Majid. Tersangka M yang berprofesi wiraswasta ini ditangkap di Banda Baru, Pidie Jaya, sekitar pukul 06.00 WIB.
Sehari sebelum kejadian, ketiga pelaku bertemu di kebun cabai milik tersangka D. Mereka merencanakan perampokan terhadap Kapten Abdul Majid.
Esoknya, Kamis (28/10), tersangka M menghubungi korban untuk bertemu di lokasi, Jalan Lhok Krincong Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Pidie. Korban datang dengan mengendarai mobil bersama seorang rekannya.
"Rekan korban ini sebagai saksi. Anggota TNI juga. Keterangan dari saksi anggota (TNI) inilah yang bisa membawa kita mengungkap kasus ini," ujar Kombes Pol Winardy.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya