Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Peneliti Jepang pasang pendeteksi lahar dingin di Gunung Kelud

Peneliti Jepang pasang pendeteksi lahar dingin di Gunung Kelud Banjir lahar dingin Kelud. ©2014 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Aliran lahar dingin dan letusan sekunder Gunung Kelud berpotensi terjadi saat musim hujan dalam beberapa bulan ke depan. Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan Pemkab Kediri melibatkan peneliti asal Jepang dan TNI untuk meminimalisir kemungkinan bencana akibat lahar dingin dan letusan sekunder Gunung Kelud yang meletus pada 13 Pebruari 2014 kemarin.

Peneliti asal negeri sakura Jepang itu akan memasang alat deteksi dini letusan Gunung Kelud di wilayah Kabupaten Kediri. Dikatakan Wakil Bupati Kediri, Masykuri rencananya peneliti Jepang akan memasang alat di delapan titik sekitar Gunung Kelud. Alat deteksi dini itu akan disambungkan server yang bisa dipantau secara online.

"Pemasangan peralatan ini sangat berguna. Kita akan bisa memantau secara online jika terjadi letusan sekunder dan banjir lahar dingin," kata Masykuri pada wartawan, Kamis (28/8).

Menurut Masykuri pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak antara lain dari TNI. Pihak TNI sudah melakukan persiapan melibatkan berbagai unsur untuk mengatasi bencana yang kemungkinan timbul akibat lahar dingin dan letusan sekunder Gunung Kelud.

Seperti diberitakan merdeka.com, Gunung Kelud yang berada di Desa Sugihwaras Kecamatan Ngancar di ketinggian 1.731 dpl (5.679 kaki) meletus pada 13 Februari 2013 pukul 22.50.

Letusan gunung yang paling aktif di Indonesia memuntahkan jutaan kubik material yang debunya hampir menutupi seluruh tanah Jawa. Selain itu letusan pada 2014 juga menghancurkan anak Gunung Kelud sebagai dampaknya gagalnya letusan pada 2007 lalu. Tidak hanya anak Gunung Kelud yang hancur, gunung pendamping Kelud, Gunung Gajah Mungkur pun separo ikut hancur. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP