Pendapat MUI soal 'smackdown' Ustaz Hariri di depan anak-anak
Merdeka.com - Perbuatan Hariri sebagai seorang ustaz sangat tidak pantas ditiru. Bukannya memberi contoh teladan, dia malah melakukan kekerasan di hadapan para jamaah.
Finalis kontes Audisi Dai TPI (ADI) itu berlaku bak sedang smackdown di panggung. Pria berambut gondrong itu ngamuk, bahkan menginjak kepala operator sound system dengan menggunakan lututnya.
Sebenarnya kasus ini sepele. Pengasuh Majelis Mazidah Aswaja (ADI) tersebut minta sound system diperbaiki saat dia hendak pidato di panggung.
"Kronologinya pas mau acara Ustaz Hariri minta sound system-nya dibagusin. Operatornya marah-marah, jadi ya ustaz nggak terima," kata manajer Ustaz Hariri, Odet.
Ulah Hariri ini menuai kecaman, salah satunya dari Majelis Ulama Indonesia. Terlebih kekerasan terjadi di atas panggung dan disaksikan oleh para jamaah, termasuk anak-anak. Kini, ulah Hariri semakin jadi perbincangan setelah video kekerasannya beredar di Youtube.
Berikut kecaman MUI terhadap aksi 'smackdown' Hariri:
Ulah Ustaz Hariri sangat memalukan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKekerasan yang dilakukan Hariri mencoreng citra dakwah Islam. Ini bukti kegiatan dakwah dilakukan tak sesuai dengan esensi."Jelas mencoreng. Citra dakwah Islam tercoreng. Sangat memalukan," kata Rafani Akhyar.Rafani melihat ini menjadi salah satu persoalan para pendakwa. Sering kali apa yang diucapkan justru tidak diterapkan untuk dirinya sendiri."Itu problem dakwa di kita. Apa yang dikatakan tidak diwujudkan dengan tindakan nyata," tuturnya.
Ustaz Hariri diminta bertobat
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com'Smackdown' yang dilakukan Hariri dinilai sebagai dosa besar. Agar ini tak kembali terulang sudah seharusnya Hariri meminta maaf kepada Allah SWT."Kalau betul lakukan minta maaf pada publik segera bertobat pada Tuhan itu perbuatan dosa," saran Rafani. Seharusnya Hariri dapat meneladani Nabi Muhammad yang begitu sabar ketika dicaci maki, dihina, bahkan sampai mendapat perlakukan tidak pantas.
"Nabi dilempar sama kotoran diancam mau dibunuh apa tindakannya? Nabi lakukan pendekatan secara persuasif," katanya.
Tidak pantas ustaz melakukan kekerasan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Barat Rafani Akhyar mengkritik tindakan Hariri. Menurutnya, seharusnya segala permasalahan dapat diselesaikan secara baik-baik. "Kita sayangkan, tidak sepantasnya ustaz lakukan tindakan seperti itu apalagi tindakan kekerasan, mau dikaitkan dengan persoalan apapun tidak bisa diterima," katanya.Karena sudah terjadi, menurut Rafani, masyarakat sudah pasti memberi penilaian negatif. Padahal sering kali ustaz memberikan ceramah agar sabar menjalani ujian apapun dalam hidup."Selama ini ustaz sarankan umat hindari kekerasan kalau dia beri contoh gitu bagaimana pun tidak akan berhasil dakwahnya. Apa yang diucapkan lewat kata tak sejalan dengan perbuatan sejalan," tegasnya.
Ustaz harus berjiwa besar, jangan umbar amarah
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSeharusnya, kata Rafani, kesalahan yang dilakukan teknisi dapat disikapi penuh dengan kesabaran. Apalagi orang itu sudah minta maaf mengakui perbuatannya."Ada kesalahan dari teknisi sebesar apapun ustaz harus tunjukan jiwa besar, kepanutan, tidak boleh sama sekali umbar amarah. Ini preseden buruk," tuturnya.Cukup dengan memberikan teguran secara halus, itu akan menyentuh hati. "Lakukan dengan lemah lembut, pendekatan persuasif. Kalau sudah paham tidak akan begitu," katanya.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya