Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pencuri Ratusan Juta di Ponpes Malang Mahasiswi, Uang Dipakai Belanja dan Berobat

Pencuri Ratusan Juta di Ponpes Malang Mahasiswi, Uang Dipakai Belanja dan Berobat Penangkapan Pencuri Ratusan Juta di Ponpes Malang. ©2019 Merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Pencuri ratusan juta rupiah di Pondok Pesantren Al-Islahiyah, Singosari Kabupaten Malang teryata seorang mahasiswa. Pelaku adalah Siska Zumrotul Fauziah (22), mahasiswi semester 8 sebuah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Malang.

"Yang bersangkutan salah satu mahasiswa perguruan tinggi swasta semester 8, masih aktif," kata Kanitreskrim Polsek Singosari Iptu Supriyono di Mapolsek Jalan Candirenggo, Singosari, Rabu (20/2).

Pelaku sebelumnya tertangkap CCTV mengambil gepokan uang di Pondok Pesantren Al Islahiyah, Jalan Keramat, Pagentan, Singosari, Kabupaten Malang. Aksi pelaku diketahui saat salah satu petugas hendak membuka laci lemari, tetapi kunci yang awalnya ditaruh di atas lemari tidak ditemukan.

Pengurus pondok akhirnya bersepakat menjebol pintu lemari yang berisikan uang operasional pondok. Saat pintu berhasil dibuka, uang sekitar Rp 130 juta raib dari tempatnya dan selanjutnya dilaporkan ke Polsek Singosari.

Rekaman video aksi Siska pun tersebar di media sosial hingga menjadi viral. Tidak butuh waktu lama, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku dan menangkap di tempat persembunyian di Tuban, Senin (18/2).

Pelaku yang sehari-hari indekos di Jalan Joyo Tamansari, Lowokwaru Kota Malang sengaja bersembunyi di rumah orang tuanya.

"Dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti yang terkait dengan tindak pidana tersebut di atas selanjutnya tersangka dan barang bukti diamankan guna pemeriksaan dan pengembangan," terangnya.

Pelaku mengaku masuk ruangan kantor dan mencari kunci di laci lemari. Setelah kunci ditemukan digunakan membuka pintu lemari berisi uang. Pelaku kabur dengan membawa uang berikut kunci milik Pondok Islahiyah melalui pintu semula.

"Sebenarnya ada satu pondok yang dimasuki tersangka, karena sulitnya akses masuk ke situ, juga karena ada CCTV, dia akhirnya masuk ke Islahiyah," ungkapnya.

Sementara itu, Pondok Al-Islahiyah saat laporan mengaku uang yang hilang sebesar Rp 130 juta. Tetapi setelah dilakukan pengembangan total kehilangan sekitar Rp 213 juta.

Sementara barang bukti yang berhasil disita petugas dari pelaku sebanyak Rp 146,050 juta. Pelaku mengaku menggunakan untuk belanja sekitar Rp 1-2 juta, untuk berobat dan setor tunai ke rekening pribadi Rp 6-7 juta.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP