Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penambahan Kasus Covid-19 di Kaltim Tembus 1.000 Orang Hari Ini

Penambahan Kasus Covid-19 di Kaltim Tembus 1.000 Orang Hari Ini Andi Muhammad Ishak. ©2020 Merdeka.com/Saud Rosadi

Merdeka.com - Penularan Covid-19 semakin masif di Kalimantan Timur. Hari ini mencatatkan penambahan lebih 1.000 kasus positif baru, sehingga kasus positif aktif menjadi 8.015 kasus. Pun demikian angka kematian tembus 2.000 kasus.

Satgas Covid-19 Kaltim melaporkan, ada 5 dari 10 kabupaten/kota mencatatkan penambahan lebih dari 100 kasus. Tertinggi di Balikpapan 258 kasus, Samarinda 250 kasus, Kutai Kartanegara 128 kasus, Kutai Timur 110 kasus, serta Bontang 106 kasus.

"Kasus terkonfirmasi positif menjadi 83.763 kasus, setelah bertambah 1.012 kasus baru hari ini," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak, Jumat (9/7).

Kabar baiknya, ada penambahan kasus sembuh 428 orang. Sehingga total kasus sembuh menjadi 73.747 kasus. "Sedangkam untuk angka kasus meninggal menjadi 2.001 kasus setelah terjadi penambahan 32 kasus meninggal baru. Diantarnya kota Samarinda 16 kasus," ujar Andi.

"Dengan demikian, kasus positif aktif atau pasien berstatus perawatan Covid-19 di Kalimantan Timur menjadi 8.015 dari sehari sebelumnya Kamis (8/7) kemarin di angka 7.454 kasus," tambah Andi.

Dirinci, dari total 83.763 kasus positif hari ini, kota Balikpapan 20.668 kasus, Samarinda 15.343 kasus, Kutai Kartanegara 13.900 kasus, Kutai Timur 9.831 kasus, Bontang 7.689 kasus, Berau 5.565 kasus, Paser 4.415 kasus, Kutai Barat 4.253 kasus, Penajam Paser Utara 1.646 kasus, dan Mahakam Ulu 453 kasus.

"Kabupaten Mahakam Ulu per hari ini zona oranye setelah kemarin masih zona kuning. Sembilan kabupaten kota lain zona merah," ungkap Andi.

Dikonfirmasi merdeka.com, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur dr Padilah Mante Runa menjelaskan, terkait lonjakan kasus saat ini, belum bisa dipastikan disebabkan varian baru atau bukan.

"Karena sampai saat ini Provinsi Kaltim belum menerima hasil squensing dari sampel yang dikirimkan, terkait varian baru dari Litbangkes," kata Padilah.

"Padahal sudah kita kirim sampel-nya sejak tanggal 1 Juni sebanyak kurang lebih 390 sampel swab. Walaupun memang, salah satu ciri varian Delta dari virus Corona adalah varian yang paling mudah menular dan menyebar dengan cepat," demikian Padilah.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP