Pemudik meninggal dunia, pemerintah harus minta maaf
Merdeka.com - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menyatakan seharusnya pemerintah meminta maaf terkait 12 pemudik yang meninggal akibat kemacetan parah di Brebes, Jawa Tengah. Pemerintah juga harus memberikan kompensasi terhadap pemudik yang meninggal dunia saat lebaran.
"Pemerintah penting untuk menyampaikan permintaan maaf dan belasungkawa kepada mereka-mereka yang menjadi korban dari kemacetan panjang, dan akhirnya mereka meninggal karena tidak sedikit sampai 18 orang," kata Hidayat Nur Wahid di Kediamannya, Jakarta, Kamis (7/7).
Menurutnya, saat ini pemerintah belum menyampaikan permintaan maaf termasuk Presiden Joko Widodo dan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. Pemerintah tak perlu lempar tanggung jawab terkait kemacetan lebaran ini.
"Sampai hari ini kita tidak dengar pernyataan belasungkawa seperti itu baik dari presiden atau menteri perhubungan, termasuk pihak-pihak yang tanggung jawab secara langsung terhadap masalah ini," kata dia.
Ia mengatakan para pemudik yang meninggal dunia tak boleh dianggap wajar. Meninggalnya pemudik harus ditangani dengan serius. "Setiap kehilangan satu nyawa harusnya pemerintah menganggap sebagai persoalan serius, tidak boleh dianggap persoalan biasa. Ini konsepsi negara beradab, satu atau sepuluh nyawa nilainya sama, apalagi ada puluhan nyawa hilang. Ini satu hal serius," kata Hidayat.
"Yang kedua, fenomena kemacetan setiap tahun adalah sesuatu yang berulang, yang sebetulnya pasti bisa diatasi dan diantisipasi," ujar dia.
(mdk/frh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya