Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemuda yang Ancam Imam Masjid di Depok Gangguan Jiwa Usai Pulang dari Jepang

Pemuda yang Ancam Imam Masjid di Depok Gangguan Jiwa Usai Pulang dari Jepang Pemuda bawa pisau ancam imam sedang salat sunah. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus percobaan pengancaman yang dilakukan seorang pemuda terhadap imam Masjid Al Mujahidin di Jatijajar, Tapos Depok masih ditangani kepolisian.

Dari informasi pihak keluarga menyebutkan, pelaku AR mengalami gangguan jiwa. Kondisi tersebut dialami AR pasca pulang kuliah di Jepang.

Nurdin orang tua AR mengatakan, anaknya mengalami gangguan jiwa sejak Februari lalu. Saat itu anaknya baru saja pulang dari Jepang. Di sana, AR kuliah jurusan multimedia.

"Satu-dua-tiga tahun dia masih stabil. Beranjak tahun keempat dia bicaranya mulai berbeda, kayak semacam ilmu-ilmu enggak jelas, bisa mengendalikan segala macam. Sampai saat ini saya enggak tahu persis siapa sebenarnya atau dari mana dia ilmu yang dia pelajari. Masih menelusuri sudah satu tahun inipun," katanya, Jumat (29/1).

Gangguan jiwa anaknya itu sudah dialami sejak setahun lalu. Namun, dia tidak menduga kalau anaknya melakukan percobaan penusukan seperti yang ramai di sosial media.

"Kebetulan kalau lihat dari CCTV dan yang digunakan memang itu putra saya. Memang dia sedikit ada gangguan di jiwanya. Kalau dibilang penusukkan bisa dibilang saya hampir nggak percaya," ungkapnya.

Sejak mengalami gangguan jiwa, Nurdin pun selalu melakukan pemantauan terhadap AR. Hanya saja saat waktu kejadian, Nurdin sedang lengah sehingga anaknya keluar rumah dinihari dan membawa pisau dapur.

Nurdin mengakui pisau yang dibawa AR adalah pisau yang biasa ada di dapur rumahnya. “Sudah hampir setahun saya perhatiin cuman, karena posisi saya lengah semalam dia keluar," ucapnya.

Oleh karena itu, AR pun dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk di periksa kejiwaannya. Perihal motif pengancaman yang dilakukan, pihaknya belum dapat menyimpulkan karena masih didalami.

"Pelaku kita bawa ke rumah sakit Polri untuk mengecek kejiwaannya melalui tes psikiater. Motif masih diselidiki anggota. Kita fokus dulu pemeriksaan terhadap kejiwaan pelaku untuk proses hukum selanjutnya," kata Kapolsek Cimanggis, Kompol Agus Khaeron.

Untuk saksi yang sudah dimintai keterangan, lanjut Kompol Agus, sudah ada empat orang yang diperiksa. "Barang bukti berupa rekaman kamera CCTV masjid, serta pakaian yang dikenakan pelaku saat melakukan, dan pisau sama anggota penyidik," tutupnya.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP