Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemprov Jabar sebut Rancaekek bebas banjir pada akhir 2018

Pemprov Jabar sebut Rancaekek bebas banjir pada akhir 2018 Jalur Rancaekek sudah bisa dilalui. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan kawasan Rancaekek, Kabupaten Bandung, yang kerap dihadapkan dengan permasalahan banjir akan teratasi pada akhir 2018. Ini dilakukan seiring dengan normalisasi yang dilakukan di tiga anak Sungai Citarum yakni Cimande, Cikeruh dan Cikijing.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, saat ini tiga sungai yang kerap meluap dan menjadi 'penyakit' tahunan di kawasan penguhubung Bandung dan Garut sudah dilakukan pengerukan. Selain itu pelebaran badan sungai dilakukan sampai dua kali lipat. "Pelebaran dari tujuh meter menjadi 15 meter," kata Iwa di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (23/10).

Dia mengatakan, Sungai Cimande sendiri sudah mulai direvitalisasi. Pada 2016 pembebasan lahan sebanyak 20,9 hektare dari 32,6 yang direncanakan. Adapun anggarannya yakni Rp 48,190 miliar. "Untuk tahun ini di DIPA murni target yang dibebaskan 2,10 hektar dengan dana Rp3,7 miliar. Dan di APBN Perubahan 5,6 hektar dana Rp10 miliar," ujarnya.

Kemudian untuk Sungai Cikijing memerlukan pembebasan lahan sekitar 20,67 hektar dengan kebutuhan biaya Rp29,7 miliar. Menurutnya ini sudah dialokasikan di DIPA murni 2017. "Dua hektar biayanya Rp4,37 miliar dan APBN Perubahan 5,01 hektar dengan dana Rp13 miliar," imbuhnya.

Sementara untuk normalisasi Sungai Cikeruh dibutuhkan pembebasan lahan 8,2 hektar. Dari jumlah tersebut sudah terealisasi pada 2016 seluas 3,12 hektar dengan dana Rp14,16 miliar. "Di 2017 melalui APBN Perubahan akan dibebaskan lagi 1,1 hektar

dengan biaya Rp10 miliar. Ini sedang dalam pembebasan," terangnya.

Dia menambahkan, pada 2018 pihaknya meminta pada Kementrian PUPR khususnya pada Dirjen Sumber Daya Air untuk menyiapkan dana Rp130 miliar di 2018 untuk menyelesaikan pembebasan lahan. Sebab diakuinya pihaknya masih membutuhkan anggaran sekitar Rp 130 miliar. "Ini sudah diinfokan 2018 diharapkan dialokasikan ke PUPR dan ini sudah diinfokan ke Dirjen Sumber Daya Air," terangnya.

Jika anggaran dan proses normalisasi sungai bisa dikerjakan sesuai rencana dia meyakini pada akhir 2018 banjir yang kerap menerjang bisa ditangani dengan baik. (mdk/rhm)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP