Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemprov Jabar minta proyek kereta cepat digarap tenaga kerja lokal

Pemprov Jabar minta proyek kereta cepat digarap tenaga kerja lokal Jokowi resmikan kereta cepat Bandung-Jakarta. ©Reuters/Garry Lotulung

Merdeka.com - China yang dipercaya pemerintah Indonesia menggarap PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) bukan berarti tenaga kerja juga harus dari negeri tersebut. Pemprov Jabar meminta PT KCIC mengoptimalkan tenaga kerja lokal di proyek tersebut, sebelum tenaga kerja asing.

Buruh yang memperingati May Day kemarin juga sempat menyinggung proyek kereta cepat di mana tenaga kerjanya disebut-sebut dari China. Lewat MEA tenaga kerja asing dikhawatirkan akan menggerus peluang tenaga kerja lokal.

"Kami sarankan proyek ini memberi tempat pada tenaga kerja Indonesia atau lokal," kata Sekda Jabar Iwa Karniwa di Bandung, Selasa (3/5). Saat ini Pemprov Jabar masih berkutat pada persoalan percepatan penuntasan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW).

Menurutnya tempat bagi tenaga kerja asing di proyek ini tidak akan nihil sama sekali karena ada posisi yang menuntut keahlian tertentu yang tidak dikuasai tenaga kerja lokal. Namun mengingat proyek ini 60 persen berada di Jabar maka optimalisasi tenaga kerja lokal perlu dilakukan KCIC.

"Dengan demikian proyek ini memberikan efek pada bangkitan ekonomi lokal," ungkapnya.

Dia menambahkan, Pemprov Jabar sudah menugaskan pada Disnakertrans Jabar untuk berkoordinasi dengan kabupaten/kota terkait kesiapan pasokan tenaga kerja di 8 daerah tersebut. Untuk diketahui 8 daerah di Jabar akan terlintas transportasi massal modern pertama di Indonesia.

"Kesiapan tenaga kerja nantinya akan berbarengan dengan kesiapan tata ruang melaksanakan proyek yang diperkirakan menelan investasi triliunan rupiah ini," ujarnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jabar Ferry Sofwan Arief meminta PT KCIC untuk menyerahkan rinci orang yang akan dipekerjakan dalam proyek tersebut. Kabarnya akan ada 40.000 orang akan terlibat mengerjakan kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Diminta tanpa diminta harusnya mereka sudah mengajukan daftar detil ke Pemprov Jabar," tandasnya.

Berbekal daftar ini nantinya Pemprov Jabar bersama 8 daerah yang dilewati proyek ini bisa mempersiapkan untuk menyuplai tenaga kerja yang dibutuhkan. Langkah ini dinilai bisa memberikan kesempatan pada tenaga kerja lokal lebih dulu ketimbang tenaga kerja asing.

"KCIC sampai sekarang belum resmi menyampaikan pada gubernur dan kepala daerah tentang kebutuhan tenaga kerja," tandasnya. (mdk/rhm)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP