Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemprov harus pertimbangkan tempat bermain anak jika relokasi warga

Pemprov harus pertimbangkan tempat bermain anak jika relokasi warga anak rusunawa jatinegara barat. ©2015 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengatakan Rusun Jatinegara tempat relokasi warga Kampung Pulo belum memenuhi standar arena bermain untuk anak-anak. Menurutnya, harusnya Pemprov DKI Jakarta bukan hanya merelokasi pemukiman saja, tapi juga harus memikirkan tempat bermain anak-anak.

"Mau relokasi ya harus berbasis anak. Mempertimbangkan kepentingan anak. Relokasi Kampung Pulo harus mempertimbangkan sarana bermain anak dan kebutuhan anak lainnya," ujar Arist di Jakarta, Rabu (26/8).

Arist melanjutkan, jika Pemprov DKI Jakarta ingin menjadi kota layak anak, dia menyarankan agar segala macam pembangunan yang ada di DKI tentunya harus ramah terhadap anak. "Rusunawa dibangun juga harus mempertimbangkan kepentingan anak. Kebiasaan-kebiasaan anak yang lampau disepakati saat telah berpindah ke rusun," imbuhnya.

Menurutnya, pemerintah bukan hanya membangun rumah tinggal semata akan tetapi harus ada ruang terbuka untuk anak-anak bermain. "Harus ada persiapan-persiapan membangun apapun. Rusunawa berbasis pada anak, Ruang Terbuka Hijau (RTH) berbasis anak. Itu yang saya sebut kota layak anak. Relokasi juga harus ramah anak," tutupnya.

Pihak pengelola juga mengaku belum membuat lapangan atau sarana bermain untuk anak. Sementara ini sarana untuk bermain anak yang sudah tersedia di rusunawa baru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan perpustakaan.

Sebelumnya, saat ditemui merdeka.com anak-anak Kampung Pulo masih rindu dengan permainan sepak bola, dan mandi di bantaran kali. Hal tersebut menurut anak-anak Kampung Pulo hal itu adalah sebuah kebiasaan bermain sehari-hari yang tidak bisa didapatkan di rusun. (mdk/eko)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP