Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemotor yang tewas ditabrak pengemudi Mercy ternyata menantu polisi

Pemotor yang tewas ditabrak pengemudi Mercy ternyata menantu polisi Jenazah eko dibawa ke TPU. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Eko Prasetio (28), korban tabrakan yang dilakukan Iwan Adranacus (40) pengemudi mobil Mercedes Benz nopol AD 888 QQ, ternyata anak menantu dari seorang anggota Polresta Surakarta. Informasi yang dihimpun dari kepolisian menyebutkan, ayah mertua Eko bernama Sutardi, seorang anggota Polresta Surakarta berangkat Aiptu. Sutardi sehari-hari bertugas sebagai seksi pengawas bagian Sumda.

Ratusan warga dan kerabat berdatangan ke rumah duka di Kampung Gremet, Manahan, Banjarsari untuk berbela sungkawa. Jenazah Eko dikebumikan pada Kamis (23/8) pagi.

Pantauan di rumah duka, terdapat sejumlah karangan bunga, di antaranya dari Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ribut Haribowo dan dari PT Indaco. Namun karangan bunga terakhir tidak dibawa ke makam dan terlihat roboh hingga terinjak-injak. Sejumlah warga mengatakan karangan bunga tersebut berasal dari Iwan Andranacus, warga Jaten, Karanganyar yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Saat ditemui di rumah duka, Aiptu Sutardi menutupi wajah kesedihannya. Kendati demikian ia masih bisa tersenyum dan menyalami para pelayat. Kepada wartawan, ia mengaku sangat sedih kehilangan Eko Prasetio untuk selama-lamanya.

"Eko itu menikah dengan putri saya pada 2016 lalu. Saya sedih sekarang sudah tidak ada, dia meninggalkan seorang anak yang masih berusia 9 bulan," katanya.

Selama menikah dengan anaknya, lanjut Sutardi, mereka membangun keluarga kecilnya dengan tinggal di Asrama Polisi Manahan. Namun mereka juga sering tinggal di Kampung Gremet.

Sebelum meninggal, lanjut Sutardi, Ahnaf Malik cucunya, sering menangis saat malam hari. Selain menangis, Ahnaf juga seringkali tak dapat tidur hingga larut malam.

"Jadi seminggu sebelum meninggal anaknya sering nangis kalau malam. Kami bertanya-tanya, ada apa ini. Saya kira cucu saya sakit, maka saya langsung periksakan ke dokter. Tapi kata dokter, ia tak sakit," terangnya.

Hingga kemudian, menantunya meninggal dunia dengan cara mengenaskan. Menurutnya, saat itu Eko sedang dalam perjalanan pulang membeli arang dan kipas yang akan digunakan untuk membakar satai.

Sutardi mengaku, dia dan keluarga sudah bisa menerima dengan lapang dada atas kematian menantunya tersebut. Ia berharap dan terus mendoakan, menantunya dapat diterima di sisi Tuhan.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP