Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemkot Tangerang Belum akan Mulai PTM

Pemkot Tangerang Belum akan Mulai PTM Sekolah di Banyuwangi Mulai Lakukan Pembelajaran Tatap Muka secara Terbatas. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah Kota Tangerang, belum akan menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dalam waktu dekat. Meski Kota Tangerang, telah masuk pada PPKM Level 3 hingga 30 Agustus 2021 mendatang.

Wali kota Tangerang, Arief R Wismansyah beralasan, pelonggaran bagi kegiatan belajar mengajar mesti diterapkan secara hati - hati. Pihaknya tak ingin pelonggaran belajar di sekolah, menimbulkan persoalan baru.

"Kita belum bikin target karena kita masih hati-hati sekali. Karena walaupun sudah ada arahan Menteri Pendidikan. Setiap minggu evaluasi nih sama pak Luhut," ungkap wali kota Tangerang, Arief Wismansyah di Kantor Wali Kota, Kamis (26/8/2021).

Meski begitu, dia telah meminta Dinas Pendidikan untuk menyiapkan tata laksana PTM di sekolah di Kota Tangerang. Agar penerapan belajar di sekolah nantinya, berjalan aman dan sehat.

"Syarat-syaratnya misalnya yang sudah vaksin, yang tidak vaksin? mereka tetap mengikuti secara online. Masalahnya kapannya kita tunggu. Karena kita enggak bisa grabak-grubuk, harus hati-hati," terang Arief.

Arief mengakui, sampai saat ini capaian vaksinasi pelajar di Kota Tangerang, bagi pelajar tingkat SMP sudah di atas 50 persen.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Jamaluddin menerangkan kalau siswa SMP di Kota Tangerang sudah 70 persen tervaksinasi. Begitu juga dengan tenaga pendidik dan guru yang capaianya sudah di angka 90 persen.

"Kalau guru SMP mah sudah hampir semua divaksin, sudah sekitar 90 persen. Sudah divaksin kecuali yang punya komorbid," jelas dia.

Dirinya mengaku jajaran satuan pendidikan di sekolah - sekolah yang ada di Kota Tangerang, telah mempersiapkan dengan baik terkait skema dan sarana pendidikan bila PTM diterapkan. Bahkan, Jamal mengaku persiapan itu dilakukan sejak tahun lalu untuk pelaksanaan tahun ajaran baru kemarin.

"Sebenarnya dari Desember kemarin kita sudah siap segala sesuatunya. infrastrukturnya, guru-gurunya sudah siap. Cuma karena kondisi di Januari-Februari ternyata angka Covidnya makin banyak akhirnya enggak jadi," kata dia.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP