Pemkot Solo Batal Jemput Pemudik ke Bandara dan Stasiun
Merdeka.com - Pemerintah Kota Solo tetap akan mengkarantina para pemudik Natal dan Tahun Baru selama 14 hari di Solo Teckno Park (STP) selama 14 hari. Namun pemudik tidak akan dijemput di bandara, stasiun atau terminal. Pemkot Solo akan memanfaatkan keberadaan Jogo Tonggo untuk mengawasi kedatangan para pemudik.
"Kita mau memanfaatkan dan mengoptimalkan Jogo Tonggo. Begitu ada pemudik mereka harus melapor ke RT, RW. Mereka nanti yang akan melapor ke Satgas Covid-19. Kita jemput, dikarantina di Solo Teckno Park," ujar Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, Rabu (16/12).
"Penjemputan (di bandara, stasiun, terminal) tidak efektif. Karena yang banyak luar kota semua. Sing wong Pati, turun ke bandara ya biar langsung pulang ke Pati, yang Wonogiri dari terminal juga biar langsung pulang ke Wonogiri," imbuhnya menandaskan.
Sementara itu, untuk wisatawan yang akan datang ke Solo, Rudy mempersilakan untuk menginap ke hotel. Namun pihak hotel harus memfasilitasi untuk penerapan protokol kesehatan.
"Jadi kita tidak siapkan jemputan di bandara stasiun maupun di terminal. pokoknya kalau ada pendatang baru, lapor satgas," tegasnya.
Rudy menambahkan, apa yang disampaikannya tersebut merupakan gambaran besar peraturan baru menyambut libur akhir tahun. Pihaknya saat ini tengah menyiapkan surat edaran atau peraturan wali kota baru yang segera diterbitkan.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya