Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemkot Palembang Akui Kesulitan Ubah Wajah Kampung Narkoba

Pemkot Palembang Akui Kesulitan Ubah Wajah Kampung Narkoba ilustrasi Palembang. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah Kota Palembang berencana mengubah kampung narkoba Tangga Buntung menjadi kampung bersinar. Hanya saja, program sulit dilakukan dengan berbagai alasan.

Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda mengakui banyak kesulitan yang dihadapi dalam mewujudkan program tersebut. Sulitnya mengubah masyarakat menjadi bagian kendala, selain belum adanya kampung serupa yang menjadi rujukan.

"Ini tantangan yang sangat berat, apalagi di Palembang belum ada kampung bersinar," ungkap Fitrianti, Selasa (18/5).

Dia menegaskan rencana itu menjadi harga mati. Tujuannya membuang citra buruk kampung narkoba. Apalagi, kampung narkoba di kawasan Tangga Buntung, tepatnya di 36 Ilir, Kecamatan Gandus, sudah dikenal sebagai daerah rawan kejahatan. Bahkan kerap disebut sebagai 'Texas'-nya Palembang.

"Kampung bersinar menjadi harga mati, harus diwujudkan, apapun tantangannya," kata dia.

Secara perlahan, rencana itu akan direalisasikan sesegera mungkin dengan membuat program jangka pendek dan jangan panjang. Diantaranya sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya narkoba dan peningkatan keahlian kerja, seperti servis AC, montir, merajut songket, dan lainnya.

"Semua pelatihan termasuk permodalan akan dibantu Pemkot Palembang. Kami akan libatkan semua OPD agar saling berkesinambungan," ujarnya.

Diketahui, tim gabungan dari Polda Sumsel dan Polrestabes Palembang menggerebek kampung narkoba di kawasan Tangga Buntung, Palembang, Minggu (11/4). Sebanyak 65 orang diamankan berikut 1,5 kilogram sabu. Dari banyaknya pelaku, enam orang diantaranya berjenis kelamin perempuan.

Polisi juga menyita 42 petasan, 41 alat isap sabu, timbangan digital, 73 korek api, pirek 109 buah, timbangan digital, 33 unit ponsel, air keras, kembang api, dan lainnya.

Ratusan polisi menyisir empat lorong di Tangga Buntung, yakni Lorong Manggis, Lorong Gayam, Lorong Masjid, dan Lorong Cek Patah Laut. Sejumlah pelaku kabur ke Sungai Musi namun keburu petugas Polair karena sudah lebih dulu menjaga dari sungai.

Penggerebekan dilakukan atas informasi warga yang mengetahui adanya transaksi dan penyalahgunaan narkoba dalam waktu cukup lama dan berkelanjutan di TKP. Hasilnya, cukup mengagetkan karena puluhan orang diamankan, termasuk istri bandar narkoba.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP