Pemkot mulai pembangunan Masjid Raya Solo
Merdeka.com - Pembangunan Masjid Raya Solo yang menggunakan lahan bekas Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari dimulai hari ini, Senin (5/2). Peletakan batu pertama dilakukan oleh Ketua Panitia Achmad Purnomo yang juga Wakil Wali Kota Solo disaksikan Wali Kota FX Hadi Rudyatmo, Ketua DPRD Teguh Prakosa dan sejumlah pejabat Pemprov Jawa Tengah.
Purnomo menjelaskan, Masjid Raya Sriwedari akan dibangun dengan anggaran Rp 151 miliar hasil sumbangan para donatur dan sejumlah perusahaan. Anggaran tersebut bisa saja lebih hingga tak terbatas sesuai dengan sumbangan yang terjaring.
Sesuai desain, masjid di jantung Kota Solo itu akan dibangun di lahan seluas 17.200 meter persegi dan dilengkapi 5 menara. Satu menara di antaranya dibangun setinggi 114 meter sesuai dengan jumlah surat dalam Alquran.
"Menara ini nanti akan dilengkapi dengan lift agar masyarakat bisa melihat Kota Solo dari ketinggian," ujarnya.
Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo menambahkan, masjid yang akan dibangun tersebut diharapkan akan menjadi ikon baru Kota Solo. Menurutnya, pembangunan masjid raya di Sriwedari disesuaikan dengan fungsi kawasan tersebut.
Pembangunan masjid raya ini juga sejalan dengan masterplan penataan kawasan Sriwedari yang telah disusun Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda).
"Desain masjid raya ini nanti konsepnya bergaya Jawa klasik atau tradisional. Ini mengadopsi Masjid Agung Demak, Masjid Agung Kudus, Masjid Lasem dan Masjid Agung An Nur di Pekanbaru," jelasnya.
Masjid di Taman Sriwedari ini, lanjut Rudyatmo, akan memiliki halaman luas tanpa ada pagar pembatas. Sehingga bisa digunakan saat Salat Idul Fitri, Idul Adha dengan menampung sekitar 7.600 orang.
"Harapannya masjid ini nanti bisa digunakan warga Solo dan para musafir yang datang ke sini. Selama ini kan belum ada masjid besar di jalan protokol," pungkasnya.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya