Pemkab Bogor Targetkan 120 Ribu Ibu Hamil Jalani Vaksinasi Covid-19
Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten Bogor meluncurkan vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil di RSUD Ciawi, Kamis (26/8). Program ini menargetkan 120.743 perempuan yang tengah mengandung untuk disuntik vaksin.
Bupati Bogor Ade Yasin berharap, ibu hamil tidak takut untuk disuntik vaksin demi terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity). Namun, ada beberapa persyaratan agar ibu hamil dapat menjalani vaksinasi.
"Target kita seluruh ibu hamil dengan usia kandungan di atas 13 minggu. Hasil pendataan kami, hingga 31 Juli, ibu hamil usia kehamilan 13 minggu hingga aterm atau 37 hingga 40 minggu berjumlah 16. 217 orang," kata Ade Yasin.
Ibu hamil dengan usia kandungan 14-33 minggu tidak memerlukan rujukan khusus, selama tidak memiliki komorbid atau riwayat penyakit jantung, diabetes.
"Mereka bisa langsung datang ke fasyankes terdekat karena sudah didata kader di wilayah. Puskesmas juga sudah melakukan pendataan ibu hamil," jelas politisi PPP itu.
Menurut Ade, ibu hamil yang ditunda rujukan vaksinnya yakni memiliki usia kehamilan kurang dari trisemester kedua, memiliki tanda-tanda kegawatan pada kehamilan atau preeklampsia.
"Seperti kaki bengkak, sakit kepala, nyeri ulu hati, pandangan kabur, tekanan darah di atas 140, termasuk memiliki penyakit penyerta yang belum terkontrol dengan baik. Setelah penyuntikan pun, kepada ibu hamil akan dilakukan pemantauan dan pencatatan kehamilan sampai persalinan oleh kader, PLKB, dan bidan," katanya.
Sementara vaksin yang digunakan yakni mRNA Pfizer, Moderna dan Sinovac, menyesuaikan stok yang ada. "Nanti peserta juga akan dilakukan skrining oleh bidan untuk memastikan ibu dan janin sehat," katanya.
Vaksinasi ibu hamil tertuang dalam Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor: HK.0201/I/2007/2021 tentang vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil dan Surat Edaran Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia Nomor : 200/KU/VIII/21 tentang vaksinasi ibu hamil.
(mdk/yan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya