Pemkot Bekasi tak sanggup penuhi kebutuhan daging sapi warganya
Merdeka.com - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, tak mampu memenuhi kebutuhan daging sapi segar lokal karena keterbatasan rumah potong hewan (RPH). Oleh karena itu, sisa kebutuhan dipasok dengan daging sapi beku impor.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Perekonomian Rakyat, Edi Kadarusman mengatakan, kebutuhan daging sapi di wilayahnya mencapai 67 ton per hari. Sedangkan, produksi RPH di wilayahnya hanya sekitar 10 ton per hari.
"Kami ada dua RPH, satu di Bekasi Utara milik pemerintah, sedangkan satu di Jatiasih milik swasta," kata Edi di Bekasi, Selasa (21/6).
Menurut Edi, kebutuhan daging sapi sesuai dengan standar, yaitu sekitar 27 gram per orang per hari. Sedangkan, jumlah penduduk di Kota Bekasi mencapai 2,5 juta jiwa orang. Jika produksi hanya 10 ton, maka masih sekitar 57 ton yang dibutuhkan.
Menurutnya, keberadaan daging sapi impor di pasaran cukup membantu masyarakat dalam mengonsumsi daging. Sebab Pemda belum bisa membangun RPH yang baru karena minimnya lahan yang akan dibuatkan lokasi RPH.
"Lahannya sulit dicari karena lokasi RPH harus jauh dari permukiman warga," kata Edi.
Meski kebutuhan daging sapi telah tertutupi dengan keberadaan daging impor, namun instansi terkait belum sanggup menekan harga daging lokal di pasaran yang saat ini dibanderol Rp 120 ribu per kilogram.
Alasannya, proses pemotongan sapi lokal masih manual sehingga membutuhkan tenaga orang dalam jumlah yang cukup banyak, sehingga biaya operasional juga tinggi. Berbeda dengan daging impor cara memotong hewannya memakai teknologi. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya