Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemkot Bekasi Pelajari Sistem Baru Ojek Online Bawa Penumpang

Pemkot Bekasi Pelajari Sistem Baru Ojek Online Bawa Penumpang Ojek Online Gunakan Pelindung Pembatas Antar Penumpang. ©2020 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat akan mempelajari sistem baru ojek online membawa penumpang di wilayah setempat. Hal itu sebelum diizinkan secara resmi membawa penumpang.

"Bilangnya ada titik-titik pos aman, setiap driver secara berkala masuk ke pos tersebut," kata Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Fatikhun ketika dihubungi, Jumat (19/6).

Secara lisan, pemerintah daerah telah mengizinkan ojek online membawa penumpang di Kota Bekasi. Kebijakan ini mengikuti yang telah diterapkan di DKI Jakarta setelah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi menuju new normal.

"Pak Wali (Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi) menyampaikan boleh beroperasi, dengan kode-kode tertentu," kata Fatikhun.

Ia membenarkan ada imbauan ojek online di Bodebek dilarang membawa penumpang oleh Dinas Perhubungan Jawa Barat. Tetapi, dengan kondisi adaptasi pemerintah mengizinkan operasi dengan protokol kesehatan.

Aplikator, kata dia, sudah menjelaskan secara lisan perihal pos aman Covid-19 di beberapa titik. Menurut dia, mekanismenya yaitu setiap driver ojek online sebelum beroperasi wajib masuk ke post aman tersebut.

"Kendaraannya disterilisasi, kemudian suhu tubuhnya diperiksa. Kalau di atas 37,5 derajat celcius, aplikasi secara otomatis mati," kata dia.

Ia mengatakan, Senin pekan depan instansinya akan memeriksa pos-pos aman tersebut. Jika meyakinkan aman, pemerintah daerah akan mengizinkan aplikasi membawa penumpang bagi ojek online dibuka lagi.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP