Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemimpin Jatim mendatang harus perhatikan kemiskinan dan Madin

Pemimpin Jatim mendatang harus perhatikan kemiskinan dan Madin Gus Ipul di alun alun Ponorogo. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk mengangkat kemiskinan dan memperhatikan Madrasah Diniyah (Madin) harus diteruskan. Program ini dianggap sebagai upaya untuk mensejahterakan masyarakat.

“Program Pemprov banyak yang perlu dipertahankan. Ada kesehatan, pendidikan, ekonomi, pengangguran, dan pariwisata. Di antara program itu, yang paling mendesak harus dipertahankan adalah kemiskinan dan memperhatikan Madin serta Pondok Pesantren,” kata Arifin Hamid, salah satu aktivis GP Ansor Jawa Timur ini.

Arifin menilai, secara garis besar program yang dikeluarkan pemprov sudah banyak berhasil. Fakta itu tidak bisa dipungkiri siapapun, bahkan program Jatim banyak yang ditiru pemerintah daerah lain di Indonesia. Hal ini tidak lepas dari peran Gubernur Jatim Soekarwo dan Wakil Gubernur Saifullah Yusuf.

"Tim di pemprov juga memiliki peran atas kemajuan Jatim. Program Pakde Karwo dan Gus Ipul bukan hanya dari mereka saja, tetapi dari tim yang telah dibentuk," kata dia.

Untuk program pendidikan, perhatian terhadap santri dan Madin merupakan terobosan yang dikeluarkan Pakde Karwo dan Gus Ipul. Munculnya anggaran untuk pendidikan sarjana bagi guru merupakan kebijakan yang fenomenal. Belum lagi Madin yang mendapatkan anggaran pembangunan sekolah.

Sementara program menanggulangi kemiskinan termuat dalam Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera (Jalin Matra). Program ini merupakan cara untuk menanggulangi kemiskinan di Jawa Timur. Program ini dianggap sangat efektif dalam mengurangi kemiskinan di Jatim. Sebab program ini telah menyasar 1.061 desa di Jatim. Dengan 2.252 pendamping yang dilibatkan untuk mengawal program lanjutan dari Jalin Kesra itu.

Para pendamping itu direkrut khusus untuk mendampingi 23.880 Kepala Rumah Tangga Perempuan (KRTP) dan 7.720 Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) di lokasi sasaran program. Hasilnya pada tahun 2008 lalu angka kemiskinan di Jatim turun dari 16 persen menjadi 11 persen.

Program Jalin Matra dimulai pada 2014 sampai dengan 2016 telah menjangkau 24.191 RTSM dan 29.705 KRTP di 1.116 desa di Jatim. Program Jalin Matra merupakan program yang didesain secara khusus dan inklusif bagi masyarakat yang belum beruntung secara ekonomi, sosial dan budaya. Dalam program ini pemerintah tidak hanya memberikan uang, tetapi juga fisik.

Ada tiga kegiatan di Program Jalin Matra yang secara spesifik berbeda dari segi sasaran, yaitu Program Jalin Matra Bantuan Rumah Tangga Sangat Miskin dengan sasaran Rumah Tangga Sangat Miskin dengan status kesejahteraan 1-5 persen, Program Jalin Matra Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan dengan sasaran Kepala Rumah Tangga Perempuan dengan status kesejahteraan 1-10% dan Program Jalin Matra Penanggulangan Kerentanan Kemiskinan dengan sasaran Rumah Tangga Rentan Miskin dengan status kesejahteraan 11-30 persen.

(mdk/paw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP