Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah Tolak Opsi Lockdown Karena Banyak Pekerja dengan Upah Harian

Pemerintah Tolak Opsi Lockdown Karena Banyak Pekerja dengan Upah Harian Ojek Online di Jakarta. ©2020 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - 172 orang dinyatakan positif Virus Corona atau Covid-19. Lalu kenapa Indonesia tak melakukan penguncian diri atau lockdown seperti Italia dan China, Denmark?

Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, alasan Indonesia tak lockdown karena akan mengganggu faktor ekonomi, sosial, dan keamanan di daerah.

"Belum diambil karena lockdown itu artinya membatasi wilayah atau daerah dan memiliki implikasi ekonomi, sosial dan keamanan. Maka dari itu kebijakan itu belum bisa diambil," katanya di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Rabu (18/3).

Menurutnya, saat ini adalah tidak melakukan kontak langsung dengan masyarakat. "Sosial distancing hal yang efektif," katanya.

"Di Indonesia banyak sekali orang bekerja mengandalkan upah harian dan itu salah satu kepedulian pemerintah supaya aktifitas ekonomi tetap berjalan," sambungnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, lockdown saat ini bukan cara terbaik untuk memerangi wabah Corona.

"Karena dengan lockdown orang di rumah maka aktifitas ekonomi sulit berjalan dan secara ekonomi itu berbahaya oleh karena itu kita belum mengambil ke arah sana," pungkasnya.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP