Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah Tak Mau Gegabah Pulangkan WNI eks ISIS ke Indonesia

Pemerintah Tak Mau Gegabah Pulangkan WNI eks ISIS ke Indonesia Moeldoko. ©2018 Merdeka.com/Salviah Ika

Merdeka.com - Pemerintah akan membahas terkait pemulangan warga negara Indonesia (WNI) eks anggota ISIS, termasuk Nada Fedulla. Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menjelaskan, Presiden Joko Widodo akan melihat dan meneliti terkait hal tersebut.

"Pasti akan dirataskan, Presiden yang akan bicara karena melihat dengan jeli, dengan teliti, positif dan negatif, pengalaman masa lalu," kata Moeldoko di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (6/2).

Kemudian dia juga menjelaskan pemerintah juga akan berkoordinasi dengan pihak TNI hingga intelijen untuk membahas hal tersebut.

"Pastilah, intelijen pasti," ungkap Moeldoko.

Jokowi Tidak Setuju

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengaku tak setuju apabila ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) eks ISIS pulang ke tanah air. Namun, Jokowi mengatakan keputusan itu harus dibahas terlebih dahulu dalam rapat terbatas.

"Kalau bertanya pada saya, ini belum ratas lho ya, kalau bertanya pada saya, saya akan bilang tidak. Tetapi masih dirataskan," kata Jokowi di Istana Negara Jakarta, Rabu (5/2).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan bahwa pemerintah harus menghitung plus minus apabila WNI eks ISIS itu dipulangkan ke Indonesia. Jokowi mengaku dirinya harus mendengarkan masukan dari kementerian terkait.

Setelah itu, barulah dirinya akan memutuskan hal itu dalam rapat terbatas. Meski begitu, Jokowi telah menerima laporan soal rencana kepulangan WNI eks ISIS.

"Kita ini pastikan harus semuanya lewat perhitungan kalkulasi plus minusnya semuanya dihitung secara detail," jelas dia.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP