Pemerintah Sayangkan Masih Ada Masyarakat Abai Prokes saat Iduladha
Merdeka.com - Pemerintah menyayangkan masih terjadi kerumunan saat hari raya Idul Adha. Sejumlah daerah masih menggelar salat hari raya meski sudah diimbau Kementerian Agama tidak perlu digelar.
"Masih ada beberapa kelompok masyarakat yang tidak menghiraukan surat edaran Menteri Agama tentang penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaran salat Iduladha dan pelaksanaan kurban 1442 H dan imbauan Majelis Ulama Indonesia serta organisasi keagamaan lainnya," ujar Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi saat konferensi pers PPKM melalui YouTube, Rabu (21/7).
Pemerintah juga menyoroti kerumunan massa akibat demonstrasi massa di Bandung dan Ambon. Demonstrasi itu menolak perpanjangan PPKM Darurat.
Jodi bilang, seharusnya masyarakat menyalurkan aspirasi melalui kepala daerah. Bukan justru menimbulkan risiko paparan Covid-19.
"Mari jangan ambil risiko yang terberat apabila ada cara yang lebih aman. tindakan ini sangat disayangkan karena akan meningkatkan risiko penularan Covid-19 varian delta ini," ujarnya.
Akibat perilaku masyarakat ini, Jodi bilang, relaksasi pelaksanaan PPKM bisa saja batal yang rencananya akan dilakukan 26 Juli mendatang. Berkat segelintir orang ini, justru yang terjadi hanya menambah risiko lebih banyak orang terpapar Covid-19.
"Beberapa orang yang berbuat, puluhan juta orang akan menanggung risikonya. Mari kita camkan baik-baik kenyataan yang tidak menyenangkan ini," pungkas Jodi.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya