Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah Pilih Beri Bantuan Sembako Dibanding Uang untuk WNI di Luar Negeri

Pemerintah Pilih Beri Bantuan Sembako Dibanding Uang untuk WNI di Luar Negeri Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan pemerintah bakal memberikan bantuan sembako kepada WNI di luar negeri. Bantuan sembako ini ditujukan kepada kelompok WNI yang masuk kategori rentan yakni pekerja harian lepas.

"Kalau bicara kelompok rentan targeted itu prioritasnya seperti apa? Maka kita antara lain adalah memasukkan kelompok rentan pekerja harian lepas," kata Retno dalam rapat virtual dengan Komisi I DPR RI, Selasa (7/4).

Kelompok rentan tersebut, kata dia, amat terdampak akibat berlakunya kebijakan movement control order alias MCO. Pemberlakuan MCO di sejumlah negara mengakibatkan mereka otomatis kehilangan pekerjaan.

Dalam penyaluran bantuan tersebut, pemerintah bakal mengesampingkan dulu status legalitas keberadaan WNI bersangkutan di negara tersebut. Mereka semua merupakan warga negara yang merupakan tanggung jawab Indonesia.

"Tadi beberapa ibu dan bapak menyampaikan mengenai status legalitas mereka. Bagi kami untuk perlindungan, perlindungan tidak melihat status legal atau tidaknya mereka di negara lain karena bagi kami mereka adalah warga negara Indonesia yang yang perlu untuk dilindungi," tegasnya.

Dia pun mengungkapkan alasan pemerintah lebih memilih bantuan berupa barang, dalam hal ini sembako dibandingkan uang. Bantuan uang, kata dia, tidak terlalu berdampak untuk meringankan kesulitan WNI. Sebab dengan dengan adanya MCO, peluang untuk membelanjakan uang yang diberikan juga kecil.

"Kalau kita berikan uang maka para WNI kita juga terkendala karena pergerakannya. Dengan adanya MCO, maka pergerakan mereka menjadi terbatas. Belum lagi kita juga mengatasi atau ada ketakutan dari warga negara Indonesia untuk keluar di masa MCO ini. Oleh karena itu maka kita membantu dalam bentuk sembako," jelas Retno.

"Apalagi kalau ada usulan misalnya untuk melakukan transfer dan sebagainya. Ini menjadi sulit karena mungkin sebagian besar dari warga negara kita yang di Malaysia tidak memiliki akun di bank," tandasnya.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP