Pemerintah Kerja Keras Meski Kemampuan Indonesia Pulih dari Covid-19 di Papan Bawah
Merdeka.com - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito memastikan, pemerintah terus berupaya mengendalikan pandemi Covid-19. Pernyataan ini menanggapi hasil Indeks Pemulihan Covid-19 Nikkei.
Dalam indeks tersebut, kemampuan Indonesia untuk pulih dari pandemi Covid-19 berada di papan bawah. Yaitu peringkat 110 dari 120 negara.
"Indonesia terus mencoba mengendalikan kasus Covid-19 yang mengalami kenaikan akhir-akhir ini," kata dia, Minggu (8/7).
Wiku menilai ranking pengendalian Covid-19 itu sebagai salah satu upaya deskriptif. Seharusnya dalam perhitungannya menggunakan indikator dan gambaran lain yang lebih detil. Agar dapat memberikan gambaran yang lebih tepat.
Menurutnya, setiap negara memiliki karakteristik dan tantangannya masing-masing dalam menangani pandemi. Karena itu, saat ini fokus Indonesia melakukan upaya pengendalian seoptimal mungkin.
"Pencapaian negara lain dalam penanganan Covid-19 adalah sumber belajar bagi Indonesia yang kembali lagi perlu disesuaikan saat akan ditetapkan di Indonesia. Oleh karena itu untuk terus mengendalikan situasi saat ini mohon kerja sama antara berbagai elemen masyarakat bekerjasama mendukung penerapan kebijakan agar dapat efektif," ucap dia.
Diberitakan sebelumnya, berdasarkan Indeks Pemulihan Covid-19 Nikkei, kemampuan Indonesia untuk pulih dari pandemi Covid-19 berada di urutan terbawah yaitu 110 dari 120 negara.
Beberapa negara Asia Tenggara berada di urutan terbawah indeks tersebut. Vietnam turun 14 peringkat ke peringkat 114. Kota Ho Chi Minh dan provinsi terdekat dianjurkan mengambil tindakan yang lebih agresif terhadap gelombang infeksi virus corona yang melanda pusat komersial selatan negara itu. Vietnam juga telah menetapkan target untuk memvaksinasi 50 persen orang berusia 18 tahun atau lebih pada akhir tahun ini dan 70 persen pada Maret 2022.
Dikutip dari laman Nikkei Asia, Jumat (16/7), Indonesia tetap di urutan ke-110, karena kasus baru dan kematian setiap hari mencapai rekor tertinggi dalam beberapa pekan terakhir. Pejabat pemerintah dan ahli epidemiologi menyebut hari raya Idul Fitri sebagai faktor kunci lonjakan terbaru.
Tapi rasa puas diri bisa menjadi faktor lain. Data tren mobilitas negara dari Google menunjukkan orang Indonesia lebih terlibat dalam aktivitas secara normal dalam beberapa bulan terakhir dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Indeks Pemulihan Covid-19 Nikkei untuk beberapa negara dan wilayah di Asia berubah secara signifikan selama beberapa pekan terakhir, dengan Taiwan memimpin lompatan terbesar dari 17 tempat.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya