Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah Harus Tegas Soal Penerapan Social Distancing di KRL

Pemerintah Harus Tegas Soal Penerapan Social Distancing di KRL Kepadatan penumpang di KRL. ©Instagram/@rocky_margiano

Merdeka.com - Anggota Komisi IX Saleh Partaonan Daulay angkat suara terkait kepadatan yang terpantau di moda transportasi massal, seperti KRL. Dia meminta pemerintah mengambil langkah tegas untuk mengatasinya.

"Berkenaan dengan penerapan social distancing di transportasi umum, pemerintah diharapkan dapat segera mengambil kebijakan tegas," kata dia, saat dihubungi, Senin (23/3).

Sebab, ungkap Saleh, sampai saat ini, masyarakat masih banyak yang berdesak-desakan ketika masuk dan berada di dalam alat transportasi umum.

Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan karena jaga jarak yang diimbau pemerintah tidak terlaksana dengan baik. "Ini kan berarti, masyarakat masih bekerja sebagaimana biasanya. Tidak ada perubahan sebelum dan sesudah virus ini merebak," tegas dia.

"Semestinya, ada yang diimbau pemerintah dapat dijalankan dengan baik. Ini adalah untuk kepentingan masyarakat luas. Karena itu, perlu ada sikap tegas agar semua bisa mematuhi," terang dia.

Dalam titik tertentu, pemerintah bisa meminta agar masyarakat tidak keluar rumah. Namun konsekuensinya, pemerintah harus bersedia menyediakan dan menyiapkan kebutuhan mereka. Bagaimanapun juga, masyarakat tetap keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka.

"Ironi sekali kan? Masyarakat di perkotaan rata-rata tahu dan sudah mendengar bahaya virus corona. Tetapi mereka tetap keluar rumah. Mereka seakan lebih takut pada rasa lapar daripada virus corona. Ini yang harus diselesaikan pemerintah agar imbauan jaga jarak yang disampaikan dapat ditaati," tandasnya.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP